Senin, 28 Mei 2012

Rubel Sahaja #1

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
"Ada banyak cara untuk menciptakan kebahagiaan dalam diri kita, salah satunya adalah dengan berbagi kebahagiaan itu sendiri kepada sesama."
Sekitar sebulan lalu saya mendapat kabar gembira dari The Ney dan kawan2 tentang tembusnya proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mereka gagas ke meja Dikti. Program Funtahsin Al-Qur’an untuk Anak-anak Jalanan Pasar Ciroyom yang bertujuan untuk membangun pendidikan karakter berbasis agama tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak Dikti. Program inilah yang menjadi gerbang awal pertemuan kami dengan mereka, penguat rasa syukur kami.

Ahad sore menjelang ashar, alhamdulillaah terasa begitu berenergi sekali..selepas bertugas di SMM, saya langsung bersiap-siap untuk pergi ke Ciroyom. Seharusnya sudah dari 4 pekan lalu saya pergi ke tempat itu, namun karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan di pesantren, keinginan untuk pergi kesana pun saya tabung dulu berminggu-minggu.

Angkot putih berpolet kuning yang saya tumpangi pun melaju dengan cepat. Sesampainya di pasar Ciroyom, bau menyengat khas pasar tradisional menyerbu indera penciuman saya. Jalanan becek, rutinitas pasar terlihat mulai berkurang, di sudut lain, aktivitas sekitar stasiun Ciroyom nampak masih ramai. Berbekal peta sederhana dari seorang sahabat saya pun memberanikan diri menyusuri sekitar pasar, melewati terminal kecil menuju sebuah bangunan bertingkat dekat tower yang menjadi patokan. Alhamdulillaah, akhirnya saya sampai di atap teratas pasar. Angin sepoi-sepoi terasa sangat menyejukkan, dan tiba-tiba saja saya dikerubuti sekelompok anak yang berebut menyalami saya.

 “Assalamu’alaikum, kaa, “

 “Jajang, kaa”

 “Nur, kaa”

“Evita..”

“Saya ian ka”

Wajah-wajah polos itu terlihat riang, satu persatu sibuk memperkenalkan dirinya. Ini kali pertama saya bertemu mereka..ya, baru sepersekian detik saja, mereka langsung menyambut hangat layaknya bertemu seseorang yang sudah dikenal lama, pintar sekali mereka membuka kunci kebahagiaan saya ^__^
Malu-malu saya pun mulai memperkenalkan diri didepan mereka.

Beberapa dari mereka terlihat kotor, sangat kotor…baju yang kumal, celana dekil dengan tali rapia melingkar di seputar pinggangnya yang kurus, kaki yang penuh lumpur tanpa alas, tangan yang lengket penuh lem..hiks, sedih sekali menyaksikan ini.

Ah ya, ada dua anak dengan kelakuan yang tak biasa berhasil menyedot perhatian saya. Mereka menatap saya dengan pandangan kosong. Tangan kiri mereka disembunyikan dibalik bajunya, kemudian lincah mengangkat bagian baju sekitar leher sampai menutupi hidungnya, dari balik baju mereka terlihat sesuatu menyembul, serupa wadah kecil yang isinya mereka hirup dalam-dalam. Penasaraaan, apa gerangan yang mereka hirup itu???

 #Bersambung :D
karena asrama sebentar lagi dikunci, ceritanya saya tangguhkan dulu ^____^

1 komentar:

Rubel Sahaja #1

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
"Ada banyak cara untuk menciptakan kebahagiaan dalam diri kita, salah satunya adalah dengan berbagi kebahagiaan itu sendiri kepada sesama."
Sekitar sebulan lalu saya mendapat kabar gembira dari The Ney dan kawan2 tentang tembusnya proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mereka gagas ke meja Dikti. Program Funtahsin Al-Qur’an untuk Anak-anak Jalanan Pasar Ciroyom yang bertujuan untuk membangun pendidikan karakter berbasis agama tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak Dikti. Program inilah yang menjadi gerbang awal pertemuan kami dengan mereka, penguat rasa syukur kami.

Ahad sore menjelang ashar, alhamdulillaah terasa begitu berenergi sekali..selepas bertugas di SMM, saya langsung bersiap-siap untuk pergi ke Ciroyom. Seharusnya sudah dari 4 pekan lalu saya pergi ke tempat itu, namun karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan di pesantren, keinginan untuk pergi kesana pun saya tabung dulu berminggu-minggu.

Angkot putih berpolet kuning yang saya tumpangi pun melaju dengan cepat. Sesampainya di pasar Ciroyom, bau menyengat khas pasar tradisional menyerbu indera penciuman saya. Jalanan becek, rutinitas pasar terlihat mulai berkurang, di sudut lain, aktivitas sekitar stasiun Ciroyom nampak masih ramai. Berbekal peta sederhana dari seorang sahabat saya pun memberanikan diri menyusuri sekitar pasar, melewati terminal kecil menuju sebuah bangunan bertingkat dekat tower yang menjadi patokan. Alhamdulillaah, akhirnya saya sampai di atap teratas pasar. Angin sepoi-sepoi terasa sangat menyejukkan, dan tiba-tiba saja saya dikerubuti sekelompok anak yang berebut menyalami saya.

 “Assalamu’alaikum, kaa, “

 “Jajang, kaa”

 “Nur, kaa”

“Evita..”

“Saya ian ka”

Wajah-wajah polos itu terlihat riang, satu persatu sibuk memperkenalkan dirinya. Ini kali pertama saya bertemu mereka..ya, baru sepersekian detik saja, mereka langsung menyambut hangat layaknya bertemu seseorang yang sudah dikenal lama, pintar sekali mereka membuka kunci kebahagiaan saya ^__^
Malu-malu saya pun mulai memperkenalkan diri didepan mereka.

Beberapa dari mereka terlihat kotor, sangat kotor…baju yang kumal, celana dekil dengan tali rapia melingkar di seputar pinggangnya yang kurus, kaki yang penuh lumpur tanpa alas, tangan yang lengket penuh lem..hiks, sedih sekali menyaksikan ini.

Ah ya, ada dua anak dengan kelakuan yang tak biasa berhasil menyedot perhatian saya. Mereka menatap saya dengan pandangan kosong. Tangan kiri mereka disembunyikan dibalik bajunya, kemudian lincah mengangkat bagian baju sekitar leher sampai menutupi hidungnya, dari balik baju mereka terlihat sesuatu menyembul, serupa wadah kecil yang isinya mereka hirup dalam-dalam. Penasaraaan, apa gerangan yang mereka hirup itu???

 #Bersambung :D
karena asrama sebentar lagi dikunci, ceritanya saya tangguhkan dulu ^____^