Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Kamis, 22 Oktober 2009
Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Minggu, 18 Oktober 2009
Perbedaan itu..
Sekira'y ada perbedaan,tak usah kau sembunyikan itu kawan. Sampaikan saja padaku..mungkin itu lebih baik bagi kita.
Jika perbedaan itu benar ada'y, dg tulus aku akan menyambutnya. Tp jika itu salah, knpa tdk qt coba luruskan k arah yg benar. . Jujur, aku sempat kaku dg apa yg kau sembunyikan. Meski aku tau apa yg sedang terjadi. Kecewa itu ada, tp tak ada gunanya jg menyalahkan. Maaf, saat itu aku mundur. Aku tak ingin mengotori hati dg prasangka2 yg kusimpul sendiri. Mungkin itu krn sedikit'y ilmuku..Bukan, bukan berarti menyalahkan. Hanya kupikir itulah yg harus kulakukan, semoga itu bkn krn nafsuku. Walau ada pembicaraan yg sempat membuatku tersudut. Aku tak mempermasalahkan'y. Karena Alloh pun tau, betapa pahit aku mempertahankan prinsip itu. Harapku, perbedaan itu tidaklah membuat qt pecah. Tetaplah perkuat simpul ukhuwah ini. Bukankah qt tetap satu tubuh dlm ISLAM?? Maka tak ada salah'y kita jadikan ini pengerat. Semoga Alloh meridhai apa yg aku dan kalian lakukan. Amiin Yaa Rabbal 'alamiin...
(dLm renungan 171009)
Jika perbedaan itu benar ada'y, dg tulus aku akan menyambutnya. Tp jika itu salah, knpa tdk qt coba luruskan k arah yg benar. . Jujur, aku sempat kaku dg apa yg kau sembunyikan. Meski aku tau apa yg sedang terjadi. Kecewa itu ada, tp tak ada gunanya jg menyalahkan. Maaf, saat itu aku mundur. Aku tak ingin mengotori hati dg prasangka2 yg kusimpul sendiri. Mungkin itu krn sedikit'y ilmuku..Bukan, bukan berarti menyalahkan. Hanya kupikir itulah yg harus kulakukan, semoga itu bkn krn nafsuku. Walau ada pembicaraan yg sempat membuatku tersudut. Aku tak mempermasalahkan'y. Karena Alloh pun tau, betapa pahit aku mempertahankan prinsip itu. Harapku, perbedaan itu tidaklah membuat qt pecah. Tetaplah perkuat simpul ukhuwah ini. Bukankah qt tetap satu tubuh dlm ISLAM?? Maka tak ada salah'y kita jadikan ini pengerat. Semoga Alloh meridhai apa yg aku dan kalian lakukan. Amiin Yaa Rabbal 'alamiin...
(dLm renungan 171009)
Kamis, 15 Oktober 2009
Damba
Alloh,beri aku pemahaman..pemahaman ttg cinta yg kudamba. Dambaan yg belum berpihak.
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!
(dlm renungan 151009)
Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!
(dlm renungan 151009)
Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/
Kamis, 08 Oktober 2009
SMS MERAH JAMBU
Cukup menggelitik ceritanya...
Renungan untukku dan semoga bermanfaat untuk semuaa.. (tulisan ini na copas dari note teman di FB)
(waspada ) sms merah jambu
Share
Today at 7:04am
(Waspada!)SMS Merah Jambu
Kemarin jam 15:17
Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.
Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.
Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya
Sender : Akhwat +6281349696xxx
Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Dia! Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.
Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sang :great:at dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, ”Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo ngaku! He he he
Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama he he he). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.
Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.
Konon, cerita tadi terus berlanjut.
Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???
Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, yaa!!! dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan SMS, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!
Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.
Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.
Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.
Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu, dan kami ”kaum hawa”- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan mudah Ge-Er Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.
Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.
Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!
Wahai akhwat, bila kau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka.
Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.
Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.
Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.
Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv yaa
Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage Services. SMS-SMS paling merah muda
Nah itu tah yow siapa yang sering smsan ma ikhwan yang genit kayak gitu? wekZZZ… jangan-jangan ana juga terlibat. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. memang dunia aktivis tidak bisa dikatakn 100 % bersih dari virus merah jambu. Tapi sebenarnya tergantung kitanya bagaimana menyikapi sms merah jambu tersebut.
Jangan terlalu dibawa kehati nurani, anggap aja dia itu memang orang yang suka becanda, ntar kalau benar-benar kita anggap ia bisa – bisa kita gantung diri karena kecewa.
memang sich jatuh cinta itu nggak haram kok... cuma ya itu
cara kita menyikapi atau mengekpresikannya... jangan terlalu terburu-buru...
ntar ada waktunya kok..
Renungan untukku dan semoga bermanfaat untuk semuaa.. (tulisan ini na copas dari note teman di FB)
(waspada ) sms merah jambu
Share
Today at 7:04am
(Waspada!)SMS Merah Jambu
Kemarin jam 15:17
Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.
Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.
Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya
Sender : Akhwat +6281349696xxx
Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Dia! Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.
Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sang :great:at dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, ”Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo ngaku! He he he
Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama he he he). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.
Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.
Konon, cerita tadi terus berlanjut.
Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???
Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, yaa!!! dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan SMS, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!
Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.
Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.
Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.
Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu, dan kami ”kaum hawa”- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan mudah Ge-Er Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.
Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.
Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!
Wahai akhwat, bila kau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka.
Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.
Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.
Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.
Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv yaa
Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage Services. SMS-SMS paling merah muda
Nah itu tah yow siapa yang sering smsan ma ikhwan yang genit kayak gitu? wekZZZ… jangan-jangan ana juga terlibat. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. memang dunia aktivis tidak bisa dikatakn 100 % bersih dari virus merah jambu. Tapi sebenarnya tergantung kitanya bagaimana menyikapi sms merah jambu tersebut.
Jangan terlalu dibawa kehati nurani, anggap aja dia itu memang orang yang suka becanda, ntar kalau benar-benar kita anggap ia bisa – bisa kita gantung diri karena kecewa.
memang sich jatuh cinta itu nggak haram kok... cuma ya itu
cara kita menyikapi atau mengekpresikannya... jangan terlalu terburu-buru...
ntar ada waktunya kok..
CAMBUK
”Lakukanlah segala kebaikan yang bisa kita kerjakan, selama kita bisa dan harus selalu berusaha untuk BISA....”
“Subhanallah, kata penyemangat yang dahsyat!!!” gumamku sambil menutup lembaran akhir majalah pemberian kak Syifa. Segera kumasukkan majalah itu kedalam tas.
Semalam Kak Syifa pulang dengan membawa seabreg buku untukku. Seperti biasa, tanpa babibu segera kuraih buku-buku itu dari tangannya, itung-itung meringankan beban dia. Hehe…Aku suka lihat senyum manis Kak Syifa, walaupun wajahnya kelihatan sangat lelah saat itu.
“Kakak senang….nanti kakak beli lagi ya. Insya Alloh!!!” janji Kak Syifa sambil memamerkan senyum manisnya itu. Selalu itu yang ia katakan. Buku seolah-olah sudah menjadi oleh-oleh wajib setiap dia pulang. Ntah sudah berapa banyak buku pemberiannya. Yang pasti sekarang rak ‘perpustakaan mini’ di kamarku telah dipenuhi koleksi buku dari Kak Syifa.
“ Meskipun dari kampung, pemikiran kita gak boleh ngampung!!!Makanya tanamkan semangat membaca dari sekarang, agar kita mempu bersaing dengan orang-orang kota..oke!!!” pesan Kak Syifa suatu hari.
****
“ Daaarrrr!!!!! Hayoo..ngelamun terus Naf…kunaon atuh??” gadis manis itu mengagetkanku.
“Astaghfirullah, ichaa! Untung aku gak jantungan. Lagian hobi banget sih ngagetin orang!!!” bentakku.
Eh, yang dibentak malah mesem-mesem sendiri sambil nunjukin wajah usilnya.
“ Aih, Nafisa!!! Laa taghdhab…aku kan cuma becanda. Hehe..yaudah, aku daftarin Facebook ya cantik.” Bujuk icha.
“Fb????gak usah ah cha….!!” Jawabku ragu.
“Ga apa-apa ko Naf!!!.Fb banyak manfaatnya juga lho. Lewat Fb, kita bisa sharing sama anak-anak rohis dari sekolah lain, belum lagi banyak ilmu yang akan kita dapat dari mereka. Ya kan???gak usah khawatir gitu lah.” Lagi-lagi bujukan sahabatku ini mengalahkanku. Gak tega rasanya lihat icha kecewa.
“Yaudah, tapi gak janji sering aku buka lho Fb-nya..”
“Iya, terserah kamu aja deh..aku buatin sekarang ya!” tawar icha penuh semangat.
Aku hanya bisa mengangguk mendengar tawarannya. Kebetulan hari ini Pak Tedi guru fisika kami gak hadir. Jadi icha bisa dengan bebas memainkan Accer hitam kesayangannya. Wajahnya berseri-seri saat ia mulai berselancar di dunia maya. Ah, aku bahkan gak tertarik dengan berbagai aktivitas seperti itu. Bagiku cukuplah dunia maya sebagai salah satu media informasi bukan untuk main-main.
****
“Makasih ya cha!” kuraih HP-ku dari tangannya sambil melemparkan senyumku.
Ya, setelah berhasil mendaftarkan aku di Facebook icha langsung meminjam HP-ku. Aku pun meminjamkannya tanpa curiga. Kuperhatikan saja tangan mungilnya yang menari lincah diatas keypad HP-ku. Sesekali ia tersenyum riang tanda kemenangan.
“Sama-sama..udah mau nyampe rumah kamu tuh. Siap-siap gih!!” icha mengingatkan.
“Yup,Duluan ya cha…Assalamu’alaikum ukhti!!” aku pamit, berlari kecil mendekati pintu bis. Sayup kudengar teriakan icha.
“Wa’alaikumussalaam…jangan lupa coba dibuka di rumah ya Naf Fb-nya!! Udah aku sediain tuh aplikasinya di HP kamu.”
Kulambaikan tanganku pada icha tanda mengerti. Bis pun berhenti tepat di depan rumah sederhanaku.
****
Letih, segera kurebahkan badanku setelah kulahap habis satu buku seri Motivasi pemberian kak Syifa semalam. Rakus ya…gak apa!!! asalkan itu bisa membuatku menjadi lebih baik, kenapa tidak segera kulahap ilmunya?
“Icha tadi masukkan aplikasi apa ya???ah, gak ada salahnya aku coba. Anggap saja sebagai tanda bahwa aku menghargainya. Sekali ini saja, mudah-mudah gak keterusan!” gumamku dalam hati.
Tiba-tiba rasa penasaran menjalar dalam hatiku. Kuraih Sony Ericsson K700i kesayanganku.
Klik..kubuka salah satu aplikasi itu. Kutuliskan alamat Facebookku didalamnya. Loading…aku tak sabar menunggu. Ada apakah gerangan dibalik Facebook itu? Complete.. akhirnya Fb-ku terbuka sudah. Kujelajahi akun baruku itu. Sepertinya Icha sudah menambahkan banyak teman untukku. Kucoba mengisi status Fb-ku dengan kata hikmah yang kudapat tadi pagi.
Waaah…Subhanallah begitu banyak teman yang memberi komentar di statusku. Aku pun mulai asyik membalas komentar-komentar itu. Hmm… Benar kata icha, aku bisa dapat banyak ilmu disini. Senangnya bisa diskusi dengan banyak ikhwah di dunia maya. Tapi tiba-tiba saja koneksi internet di HP-ku terputus. Oow, ternyata pulsaku habis.
“Lho???tadi kan masih ada 2000, ko udah habis lagi…? Yah, padahal lagi seru-serunya diskusi nih.” Aku ngedumel sendiri dalam hati. “Ahaa, isi lagi aja ah pulsanya…masih ada uang simpanan ini.”
Tiba-tiba saja aku merasa mendapat energi untuk pergi membeli pulsa ke Counter Wafa, satu-satunya Counter yang ada di kampungku. Aneh, biasanya aku paling malas kalau harus jalan kaki ke Counter Wafa hanya untuk beli pulsa 5 ribu. Maklum jaraknya dari rumahku cukup jauh. Biasanya sih kalau isi pulsa cukup kirim SMS ke Mang Entis yang punya Counter itu. Barulah aku bayar besoknya sambil berangkat sekolah. Sayangnya sisa pulsaku sekarang gak cukup untuk ngirim 1 SMS pun. Yah, kutanggung sendiri deh akibatnya.
****
Dua bulan sudah aku aktif di dunia maya. Ntah itu untuk sekedar mencari informasi atau hanya main-main. Jangkauan komunikasinya pun sekarang semakin meluas mulai dari YM, Gtalk, dan Nimbuzz. Aku ketagihan chatting. Ya seperti itulah, seakan ada virus dunia maya yang begitu dahsyat menyerangku. Susah melepasnya. Waktu luang yang biasa kumanfaatkan untuk membaca kini kugunakan hanya untuk menyapa teman-teman yang online di YM atau yang lainnya.
Lihatlah buku-buku di rak ‘perpustakaan miniku’ semakin tak terawat, usang dan berdebu. Belum lagi setumpuk oleh-oleh wajib dari Kak Syifa 1 bulan lalu, masih teronggok diatas meja belajarku. Sama sekali belum tersentuh mpunya. Andai kak Syifa tahu, masihkah dia tersenyum manis untukku??Kakak…maafkan Nafisa!
Tidak hanya itu, pengeluaranku pun semakin tidak terkontrol karena seringnya beli pulsa. Pulsa 5 ribu yang biasanya kutargetkan habis selama 2 minggu, kini hanya terpakai 2-3 hari saja. Astaghfirullah…bukankah orang-orang yang boros itu temannya Syaithan??
Dilihat dari segi manfaatnya sih kuakui banyak yang kudapat darisana. Lewat itu semua aku bisa memperluas silaturahmi dengan saudara-saudara muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia, selain itu banyak ilmu yang kudapat dari teman-teman dunia mayaku.
Subhanallah….tapi aku pun tak harus mengorbankan banyak waktu untuk melakukannya. Ntah sampai kapan kelalaian ini berakhir seandainya aku tidak menyadarinya dari sekarang. Aku gak berhak menyalahkan Icha yang telah memgenalkanku pada dunia ini. Karena ini salahku yang telah mengonsumsi internet secara berlebihan diluar kebutuhan. Meskipun pada dasarnya Icha ikut andil dalam masalah ini.
Aku teringat materi mentoring minggu lalu yang sempat membuatku bergidik. Saat itu mentorku menyampaikan perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang kelalaian manusia :
“Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan dari orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh SWT, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan kemaslahatan baginya, sedang mereka menyibukkan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.”
Ah Yaa Rabb, benarlah adanya bahwa eksistensiku untuk mengingatMu sudah tak semantap dulu lagi. Waktu panjang yang seharusnya kugunakan untuk bertemu dengan-Mu kian terkikis oleh kelalaian-kelalaian yang merugikan. Sehingga durasi untuk menyapa-Mu pun semakin berkurang. Padahal aku harus menyiapkan banyak amunisi untuk menghadapi akhirat nanti.
Cukuplah pengalaman itu kujadikan cambuk untuk memperbaiki diri. Karena aku tak ingin hidayah-Mu memudar hingga hatiku pias tanpa kesejukan mengingatMu.
Rasanya diri ini semakin bergetar ketakutan saat mengingat laranganMu itu..
“….Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-Araf 205)
Yaa Ghaffar, ampuni aku yang telah lalai.
Kuputuskan untuk MENGAKHIRINYA!!!!!!
(hehe….dibuat pas lagi sering2nya chatting…sayang belum bisa benar-benar mengakhiri aslinya mah. Masih dalam proses, InsyaAlloh!!!!setidaknya sekarang udah bisa mengurangi jatah internetan…Ya, masih banyak yang harus dilakukan selain ini. Tetap seMangaaaat!!!!!!!!)
“Subhanallah, kata penyemangat yang dahsyat!!!” gumamku sambil menutup lembaran akhir majalah pemberian kak Syifa. Segera kumasukkan majalah itu kedalam tas.
Semalam Kak Syifa pulang dengan membawa seabreg buku untukku. Seperti biasa, tanpa babibu segera kuraih buku-buku itu dari tangannya, itung-itung meringankan beban dia. Hehe…Aku suka lihat senyum manis Kak Syifa, walaupun wajahnya kelihatan sangat lelah saat itu.
“Kakak senang….nanti kakak beli lagi ya. Insya Alloh!!!” janji Kak Syifa sambil memamerkan senyum manisnya itu. Selalu itu yang ia katakan. Buku seolah-olah sudah menjadi oleh-oleh wajib setiap dia pulang. Ntah sudah berapa banyak buku pemberiannya. Yang pasti sekarang rak ‘perpustakaan mini’ di kamarku telah dipenuhi koleksi buku dari Kak Syifa.
“ Meskipun dari kampung, pemikiran kita gak boleh ngampung!!!Makanya tanamkan semangat membaca dari sekarang, agar kita mempu bersaing dengan orang-orang kota..oke!!!” pesan Kak Syifa suatu hari.
****
“ Daaarrrr!!!!! Hayoo..ngelamun terus Naf…kunaon atuh??” gadis manis itu mengagetkanku.
“Astaghfirullah, ichaa! Untung aku gak jantungan. Lagian hobi banget sih ngagetin orang!!!” bentakku.
Eh, yang dibentak malah mesem-mesem sendiri sambil nunjukin wajah usilnya.
“ Aih, Nafisa!!! Laa taghdhab…aku kan cuma becanda. Hehe..yaudah, aku daftarin Facebook ya cantik.” Bujuk icha.
“Fb????gak usah ah cha….!!” Jawabku ragu.
“Ga apa-apa ko Naf!!!.Fb banyak manfaatnya juga lho. Lewat Fb, kita bisa sharing sama anak-anak rohis dari sekolah lain, belum lagi banyak ilmu yang akan kita dapat dari mereka. Ya kan???gak usah khawatir gitu lah.” Lagi-lagi bujukan sahabatku ini mengalahkanku. Gak tega rasanya lihat icha kecewa.
“Yaudah, tapi gak janji sering aku buka lho Fb-nya..”
“Iya, terserah kamu aja deh..aku buatin sekarang ya!” tawar icha penuh semangat.
Aku hanya bisa mengangguk mendengar tawarannya. Kebetulan hari ini Pak Tedi guru fisika kami gak hadir. Jadi icha bisa dengan bebas memainkan Accer hitam kesayangannya. Wajahnya berseri-seri saat ia mulai berselancar di dunia maya. Ah, aku bahkan gak tertarik dengan berbagai aktivitas seperti itu. Bagiku cukuplah dunia maya sebagai salah satu media informasi bukan untuk main-main.
****
“Makasih ya cha!” kuraih HP-ku dari tangannya sambil melemparkan senyumku.
Ya, setelah berhasil mendaftarkan aku di Facebook icha langsung meminjam HP-ku. Aku pun meminjamkannya tanpa curiga. Kuperhatikan saja tangan mungilnya yang menari lincah diatas keypad HP-ku. Sesekali ia tersenyum riang tanda kemenangan.
“Sama-sama..udah mau nyampe rumah kamu tuh. Siap-siap gih!!” icha mengingatkan.
“Yup,Duluan ya cha…Assalamu’alaikum ukhti!!” aku pamit, berlari kecil mendekati pintu bis. Sayup kudengar teriakan icha.
“Wa’alaikumussalaam…jangan lupa coba dibuka di rumah ya Naf Fb-nya!! Udah aku sediain tuh aplikasinya di HP kamu.”
Kulambaikan tanganku pada icha tanda mengerti. Bis pun berhenti tepat di depan rumah sederhanaku.
****
Letih, segera kurebahkan badanku setelah kulahap habis satu buku seri Motivasi pemberian kak Syifa semalam. Rakus ya…gak apa!!! asalkan itu bisa membuatku menjadi lebih baik, kenapa tidak segera kulahap ilmunya?
“Icha tadi masukkan aplikasi apa ya???ah, gak ada salahnya aku coba. Anggap saja sebagai tanda bahwa aku menghargainya. Sekali ini saja, mudah-mudah gak keterusan!” gumamku dalam hati.
Tiba-tiba rasa penasaran menjalar dalam hatiku. Kuraih Sony Ericsson K700i kesayanganku.
Klik..kubuka salah satu aplikasi itu. Kutuliskan alamat Facebookku didalamnya. Loading…aku tak sabar menunggu. Ada apakah gerangan dibalik Facebook itu? Complete.. akhirnya Fb-ku terbuka sudah. Kujelajahi akun baruku itu. Sepertinya Icha sudah menambahkan banyak teman untukku. Kucoba mengisi status Fb-ku dengan kata hikmah yang kudapat tadi pagi.
Waaah…Subhanallah begitu banyak teman yang memberi komentar di statusku. Aku pun mulai asyik membalas komentar-komentar itu. Hmm… Benar kata icha, aku bisa dapat banyak ilmu disini. Senangnya bisa diskusi dengan banyak ikhwah di dunia maya. Tapi tiba-tiba saja koneksi internet di HP-ku terputus. Oow, ternyata pulsaku habis.
“Lho???tadi kan masih ada 2000, ko udah habis lagi…? Yah, padahal lagi seru-serunya diskusi nih.” Aku ngedumel sendiri dalam hati. “Ahaa, isi lagi aja ah pulsanya…masih ada uang simpanan ini.”
Tiba-tiba saja aku merasa mendapat energi untuk pergi membeli pulsa ke Counter Wafa, satu-satunya Counter yang ada di kampungku. Aneh, biasanya aku paling malas kalau harus jalan kaki ke Counter Wafa hanya untuk beli pulsa 5 ribu. Maklum jaraknya dari rumahku cukup jauh. Biasanya sih kalau isi pulsa cukup kirim SMS ke Mang Entis yang punya Counter itu. Barulah aku bayar besoknya sambil berangkat sekolah. Sayangnya sisa pulsaku sekarang gak cukup untuk ngirim 1 SMS pun. Yah, kutanggung sendiri deh akibatnya.
****
Dua bulan sudah aku aktif di dunia maya. Ntah itu untuk sekedar mencari informasi atau hanya main-main. Jangkauan komunikasinya pun sekarang semakin meluas mulai dari YM, Gtalk, dan Nimbuzz. Aku ketagihan chatting. Ya seperti itulah, seakan ada virus dunia maya yang begitu dahsyat menyerangku. Susah melepasnya. Waktu luang yang biasa kumanfaatkan untuk membaca kini kugunakan hanya untuk menyapa teman-teman yang online di YM atau yang lainnya.
Lihatlah buku-buku di rak ‘perpustakaan miniku’ semakin tak terawat, usang dan berdebu. Belum lagi setumpuk oleh-oleh wajib dari Kak Syifa 1 bulan lalu, masih teronggok diatas meja belajarku. Sama sekali belum tersentuh mpunya. Andai kak Syifa tahu, masihkah dia tersenyum manis untukku??Kakak…maafkan Nafisa!
Tidak hanya itu, pengeluaranku pun semakin tidak terkontrol karena seringnya beli pulsa. Pulsa 5 ribu yang biasanya kutargetkan habis selama 2 minggu, kini hanya terpakai 2-3 hari saja. Astaghfirullah…bukankah orang-orang yang boros itu temannya Syaithan??
Dilihat dari segi manfaatnya sih kuakui banyak yang kudapat darisana. Lewat itu semua aku bisa memperluas silaturahmi dengan saudara-saudara muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia, selain itu banyak ilmu yang kudapat dari teman-teman dunia mayaku.
Subhanallah….tapi aku pun tak harus mengorbankan banyak waktu untuk melakukannya. Ntah sampai kapan kelalaian ini berakhir seandainya aku tidak menyadarinya dari sekarang. Aku gak berhak menyalahkan Icha yang telah memgenalkanku pada dunia ini. Karena ini salahku yang telah mengonsumsi internet secara berlebihan diluar kebutuhan. Meskipun pada dasarnya Icha ikut andil dalam masalah ini.
Aku teringat materi mentoring minggu lalu yang sempat membuatku bergidik. Saat itu mentorku menyampaikan perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang kelalaian manusia :
“Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan dari orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh SWT, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan kemaslahatan baginya, sedang mereka menyibukkan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.”
Ah Yaa Rabb, benarlah adanya bahwa eksistensiku untuk mengingatMu sudah tak semantap dulu lagi. Waktu panjang yang seharusnya kugunakan untuk bertemu dengan-Mu kian terkikis oleh kelalaian-kelalaian yang merugikan. Sehingga durasi untuk menyapa-Mu pun semakin berkurang. Padahal aku harus menyiapkan banyak amunisi untuk menghadapi akhirat nanti.
Cukuplah pengalaman itu kujadikan cambuk untuk memperbaiki diri. Karena aku tak ingin hidayah-Mu memudar hingga hatiku pias tanpa kesejukan mengingatMu.
Rasanya diri ini semakin bergetar ketakutan saat mengingat laranganMu itu..
“….Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-Araf 205)
Yaa Ghaffar, ampuni aku yang telah lalai.
Kuputuskan untuk MENGAKHIRINYA!!!!!!
(hehe….dibuat pas lagi sering2nya chatting…sayang belum bisa benar-benar mengakhiri aslinya mah. Masih dalam proses, InsyaAlloh!!!!setidaknya sekarang udah bisa mengurangi jatah internetan…Ya, masih banyak yang harus dilakukan selain ini. Tetap seMangaaaat!!!!!!!!)
Senin, 28 September 2009
Hikmah Selalu Ada
Apabila kau melihat segalanya dariNya,
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....
-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....
-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"
Kamis, 24 September 2009
Jalan Cinta Para Pejuang
di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
Rabu, 23 September 2009
Menakar Kejujuran
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
----------
Suatu hari seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya karena ia akan melaksanakan shalat. Saat itu datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di kedai tersebut. Maka terjadilah jual beli di antara Badui dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya 400 dirham. Saudara Yunus menunjukkan barang yang sebetulnya harganya 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh Badui tadi tanpa diminta mengurangkan harganya.
Di tengah jalan, dia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus lalu bertanya kepada si Badui yang membawa perhiasan yang dibeli dari kedainya. Sementara dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Yunus bertanya kepada Badui itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”
Badui menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mau melepaskan Badui itu pergi. Didesaknya juga agar Badui itu kembali ke kedainya dan bila tiba dikembalikan uang lebih kepada Badui itu. Setelah Badui pergi, berkatalah Yunus pada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?”
“Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham.” Saudaranya mencoba mempertahankan bahwa dialah yang benar.
Yunus berkata, “Ya, tapi di atas kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”
***
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi pedagang-pedagang kita yang beriman, amatlah tepat. Karena ini menunjukkan pribadi seorang pedagang yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram karena tidak ada penipuan dalam perniagaan.
Dalamhal ini Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas, dan membagi rezeki, dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kata menuntut aku lantaran menzalimi jiwa atau harga.” (Diriwayatkan lima imam kecuali Nasa’i)
[Sabili]
----------
Suatu hari seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya karena ia akan melaksanakan shalat. Saat itu datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di kedai tersebut. Maka terjadilah jual beli di antara Badui dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya 400 dirham. Saudara Yunus menunjukkan barang yang sebetulnya harganya 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh Badui tadi tanpa diminta mengurangkan harganya.
Di tengah jalan, dia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus lalu bertanya kepada si Badui yang membawa perhiasan yang dibeli dari kedainya. Sementara dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Yunus bertanya kepada Badui itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”
Badui menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mau melepaskan Badui itu pergi. Didesaknya juga agar Badui itu kembali ke kedainya dan bila tiba dikembalikan uang lebih kepada Badui itu. Setelah Badui pergi, berkatalah Yunus pada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?”
“Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham.” Saudaranya mencoba mempertahankan bahwa dialah yang benar.
Yunus berkata, “Ya, tapi di atas kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”
***
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi pedagang-pedagang kita yang beriman, amatlah tepat. Karena ini menunjukkan pribadi seorang pedagang yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram karena tidak ada penipuan dalam perniagaan.
Dalamhal ini Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas, dan membagi rezeki, dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kata menuntut aku lantaran menzalimi jiwa atau harga.” (Diriwayatkan lima imam kecuali Nasa’i)
[Sabili]
Kamis, 11 Juni 2009
SkenarioMu
Semua'y berjalan atas kehendakMu..
Sekeras apapun aq menangis..inilah yg terbaik dariMu.
Sekalipun aku menghindari kehendak itu,semua'y harus tetap ku jalani.
Skenari0 Alloh..siapa yg dapat menolak'y??
Alloh sdg menguji keikhlasanku...
"Ya Rabb,dihadapanMu aq lemah...!!!
Jaga diriku,hatiku,dan cintaku selalu untukMu..."
(SyaNisa 110609)
Sekeras apapun aq menangis..inilah yg terbaik dariMu.
Sekalipun aku menghindari kehendak itu,semua'y harus tetap ku jalani.
Skenari0 Alloh..siapa yg dapat menolak'y??
Alloh sdg menguji keikhlasanku...
"Ya Rabb,dihadapanMu aq lemah...!!!
Jaga diriku,hatiku,dan cintaku selalu untukMu..."
(SyaNisa 110609)
Minggu, 31 Mei 2009
Dari sahabatku..
Huftt..lagi2 hatiku tersandung..tapi heyy..masih ada sahabat2ku..kuc0ba minta sedikit tausiah dari mereka.
Dan Subhanalloh..benar dugaanku,mereka sungguh peduli aku..mereka memberi melebihi yg kuinginkan.
Inilah penyejuk dari sahabat2ku yg menguatkanku saat itu..
.
.
.
***
-Kuatkan hatimu dg selalu mengingat Alloh Sya..rencana Alloh itu indah.
-Ayo...semangat Nisa!!jangan berlebihan menghadapi kesedihan.Jadilah seperti Nisa yg ana kenal..Ana yakin Nisa bisa melewatinya.
Alloh selalu menyayangimu ukhtiku..
-Nis,percayalah..Alloh akan meninggikan derajatmu kalo kamu bisa melewati ujian ini.
Semangat ya..
-Pelangi gak hanya sesuai dg warna kesukaan Nisa kan?!Pelangi gak hanya biru Nis..
Ada warna2 lain yg menjadikannya lebih indah.
Begitupun kehidupan..Gak selamanya sesuai yg Nisa harapkan.Tp yakinlah,Alloh selalu berikan warna yg lebih indah agar kita selalu bersyukur.
Anggap ujian ini salah satu warna-Nya..jalani semampu Nisa..
Keikhlasanmu lagi diuji Nis...
Semangat ya..
-Adikku,kalo keimanan kita sedang surut,mk cepat2lah beristighfar&ucapkan Laailaahaillallaah,karena bisa jadi syetan sedang senang dekat2 qt,tp bukan hanya diucapkan ukht,barengilah dg keikhlasan & mintalah supaya hati qt selalu terpaut pada-Nya,datangilh Allah di 1/3 malammu. Rindukanlah Allah ukht,rindu pada-Nya itu sangat indah.
InsyaAllah bsa menguatkan hati kita.
***
Subhanalloh..
Allohku..saatku terjatuh dalam kesedihan.Tak lain,hanya Kau sebaik-baiknya tempatku mengadu.
Selalu kuungkapkan semuanya padaMu..
Dan Kau berikanku banyak sahabat..Melalui perantara mereka Kau berikan aku kekuatan..Ya,sahabat2 yg selalu menguatkan hati ini..sahabat2 yg selalu kurindu nasihat2'y..sahabat2 yg selalu menjadi penyejuk bagiku.
Syukurku tak pernah henti untukMu.Terima kasih Alloh,Kau ciptakan mereka untukku....Kau ikatkan ukhuwah ini dalam ridhoMu.
Sungguh, aku mencintai mereka karenaMu..
(Luph u all c0z Alloh.. :D 310509)
Dan Subhanalloh..benar dugaanku,mereka sungguh peduli aku..mereka memberi melebihi yg kuinginkan.
Inilah penyejuk dari sahabat2ku yg menguatkanku saat itu..
.
.
.
***
-Kuatkan hatimu dg selalu mengingat Alloh Sya..rencana Alloh itu indah.
-Ayo...semangat Nisa!!jangan berlebihan menghadapi kesedihan.Jadilah seperti Nisa yg ana kenal..Ana yakin Nisa bisa melewatinya.
Alloh selalu menyayangimu ukhtiku..
-Nis,percayalah..Alloh akan meninggikan derajatmu kalo kamu bisa melewati ujian ini.
Semangat ya..
-Pelangi gak hanya sesuai dg warna kesukaan Nisa kan?!Pelangi gak hanya biru Nis..
Ada warna2 lain yg menjadikannya lebih indah.
Begitupun kehidupan..Gak selamanya sesuai yg Nisa harapkan.Tp yakinlah,Alloh selalu berikan warna yg lebih indah agar kita selalu bersyukur.
Anggap ujian ini salah satu warna-Nya..jalani semampu Nisa..
Keikhlasanmu lagi diuji Nis...
Semangat ya..
-Adikku,kalo keimanan kita sedang surut,mk cepat2lah beristighfar&ucapkan Laailaahaillallaah,karena bisa jadi syetan sedang senang dekat2 qt,tp bukan hanya diucapkan ukht,barengilah dg keikhlasan & mintalah supaya hati qt selalu terpaut pada-Nya,datangilh Allah di 1/3 malammu. Rindukanlah Allah ukht,rindu pada-Nya itu sangat indah.
InsyaAllah bsa menguatkan hati kita.
***
Subhanalloh..
Allohku..saatku terjatuh dalam kesedihan.Tak lain,hanya Kau sebaik-baiknya tempatku mengadu.
Selalu kuungkapkan semuanya padaMu..
Dan Kau berikanku banyak sahabat..Melalui perantara mereka Kau berikan aku kekuatan..Ya,sahabat2 yg selalu menguatkan hati ini..sahabat2 yg selalu kurindu nasihat2'y..sahabat2 yg selalu menjadi penyejuk bagiku.
Syukurku tak pernah henti untukMu.Terima kasih Alloh,Kau ciptakan mereka untukku....Kau ikatkan ukhuwah ini dalam ridhoMu.
Sungguh, aku mencintai mereka karenaMu..
(Luph u all c0z Alloh.. :D 310509)
Inginku berlari menujuMU..
Seutas kisah diri yg lupa..
Lalai..,
Terlalu lama bermain dalam kebimbangan.
Allohku..Kau tetap menenangkanku..
Inginku berlari menujuMu..
Meski pada kenyataannya belumlah seperti itu.
Aku masih merangkak untuk mendekatiMu..
Kau segera memelukku..
Sekuat tenaga kulakukan itu,
namun kusempat terjatuh..
Hingga hatiku pun tern0da..
Kau masih membangunkanku..
PadaMu kuadukan semua..
Gelisahku..rasaku..harapku.
Aku tersungkur dalam sujud,
MenemuiMu..
Kau membelaiku..
Kutahu Kau merindukanku Alloh...
Kau rindu air mataku..
Kau rindu d0'a2ku..
Kau rindu amalan2 baikku..
Kenapa baru kusadari ini?!?
Ampuni aku yg tlah lalai..
Ampuni aku yg tak mampu menundukkan hati..
Sungguh..,
Inginku berlari menujuMu..
Berlari dg segala keterbatasan iman yg kumiliki saat ini,
Mengejar ketertinggalan meski tak kan tergantikan..
Kau kuatkan langkahku..
Walau tersandung..
Kau tetap menyemangatiku..
Ya Rabb..
Segenap hati ingin kuucap..
Teguhkan hatiku..
agar aku bisa mencintai-Mu semampuku..
(Renungan saat hatiku tersandung..310509)
Lalai..,
Terlalu lama bermain dalam kebimbangan.
Allohku..Kau tetap menenangkanku..
Inginku berlari menujuMu..
Meski pada kenyataannya belumlah seperti itu.
Aku masih merangkak untuk mendekatiMu..
Kau segera memelukku..
Sekuat tenaga kulakukan itu,
namun kusempat terjatuh..
Hingga hatiku pun tern0da..
Kau masih membangunkanku..
PadaMu kuadukan semua..
Gelisahku..rasaku..harapku.
Aku tersungkur dalam sujud,
MenemuiMu..
Kau membelaiku..
Kutahu Kau merindukanku Alloh...
Kau rindu air mataku..
Kau rindu d0'a2ku..
Kau rindu amalan2 baikku..
Kenapa baru kusadari ini?!?
Ampuni aku yg tlah lalai..
Ampuni aku yg tak mampu menundukkan hati..
Sungguh..,
Inginku berlari menujuMu..
Berlari dg segala keterbatasan iman yg kumiliki saat ini,
Mengejar ketertinggalan meski tak kan tergantikan..
Kau kuatkan langkahku..
Walau tersandung..
Kau tetap menyemangatiku..
Ya Rabb..
Segenap hati ingin kuucap..
Teguhkan hatiku..
agar aku bisa mencintai-Mu semampuku..
(Renungan saat hatiku tersandung..310509)
Sabtu, 30 Mei 2009
Ajari aku..
"Semangat ya...
komunikasikan fikiran dan hati..
Ikhlas Nis.."
Ya Alloh...ternyata ini jawaban yg kubutuhkan.
IKHLAS...
Kata sederhana yg membuatku sadar,menyemangatiku tuk selalu melakukan sesuatu hanya karena-Mu..
Sungguh..,
Allohku...Ajari aku tuk bisa menancapkan keikhlasan dalam hati ini..
(Jazakillah atas spiritnya..Uhibbuki fillah ya ukhti..m0ga ukhuwah ini kan selalu terjaga...abadi hingga kita bertemu d Jannah-Nya..Amiin..)
komunikasikan fikiran dan hati..
Ikhlas Nis.."
Ya Alloh...ternyata ini jawaban yg kubutuhkan.
IKHLAS...
Kata sederhana yg membuatku sadar,menyemangatiku tuk selalu melakukan sesuatu hanya karena-Mu..
Sungguh..,
Allohku...Ajari aku tuk bisa menancapkan keikhlasan dalam hati ini..
(Jazakillah atas spiritnya..Uhibbuki fillah ya ukhti..m0ga ukhuwah ini kan selalu terjaga...abadi hingga kita bertemu d Jannah-Nya..Amiin..)
Senin, 27 April 2009
Bila Al Qur'an bisa bicara !
Bila Al Qur'an bisa bicara !
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Sabtu, 25 April 2009
Renungan hari ini
Dalam perjalanan menggapai tujuan,ada banyak pintu yg harus kita lewati..Dan dibutuhkn kunci untuk membuka pintu tersebut.
Terlihat begitu berat dalam proses menggapai tujuan.
Tetapi tidaklah seberat yg kita bayangkan.
Karena pintu itu adalah 'NAFSU'.
Dan kunci itu terdapat dalam diri kita sendiri,
'HATI...'.
Allah telah memberikan kunci itu pada kita agar kita dapat menggunakannya sebaik mungkin.
Setelah pintu itu kita buka...
Ikhtiar,do'a,dan tawakal akan membantu kita.., menuntun kita.., menjaga kita..,
agar kita tetap berada dalam jalan lurus bercahaya menuju Ridho Illahi..
Semangaaat!! Jangan sia2kan kunci yg telah Alloh anugrahkn pada kita.
Ayo cepat bergerak..kita buka pintu itu!!!
Terangkanlah hati kita...bercahayalah..bersinarlah..
Jaga hati..,jaga tekad kuat kita..,terbukalah pintu sukses kita!!!
InsyaAlloh...
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
(260409)
Terlihat begitu berat dalam proses menggapai tujuan.
Tetapi tidaklah seberat yg kita bayangkan.
Karena pintu itu adalah 'NAFSU'.
Dan kunci itu terdapat dalam diri kita sendiri,
'HATI...'.
Allah telah memberikan kunci itu pada kita agar kita dapat menggunakannya sebaik mungkin.
Setelah pintu itu kita buka...
Ikhtiar,do'a,dan tawakal akan membantu kita.., menuntun kita.., menjaga kita..,
agar kita tetap berada dalam jalan lurus bercahaya menuju Ridho Illahi..
Semangaaat!! Jangan sia2kan kunci yg telah Alloh anugrahkn pada kita.
Ayo cepat bergerak..kita buka pintu itu!!!
Terangkanlah hati kita...bercahayalah..bersinarlah..
Jaga hati..,jaga tekad kuat kita..,terbukalah pintu sukses kita!!!
InsyaAlloh...
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
(260409)
Tag
Kata Hikmah,
Motivasi,
Renungan
Rabu, 22 April 2009
Be POSITIVE
If anyone talks to me badly I will stay away and try to be calm
If anyone tells me the truth I will accept and do not ever regret
If anyone hurts my heart I will stay calm and pray
If anyone gives me hope I will hold and do not keep it at bay
If anyone looks down on me I will take it easy and strengthen my heart
If anyone loses their temper I will take a deep breath and be quite
And
if anyone needs my help I will lend my hand and do the best
I care for everyone's feeling and desire.
-THINK POSITIVE-
Your life is your garden, your thoughts are the seeds. If your life isn't awesome, you've been watering the weeds.
_Terry Prince_
www.iluvislam.com
If anyone tells me the truth I will accept and do not ever regret
If anyone hurts my heart I will stay calm and pray
If anyone gives me hope I will hold and do not keep it at bay
If anyone looks down on me I will take it easy and strengthen my heart
If anyone loses their temper I will take a deep breath and be quite
And
if anyone needs my help I will lend my hand and do the best
I care for everyone's feeling and desire.
-THINK POSITIVE-
Your life is your garden, your thoughts are the seeds. If your life isn't awesome, you've been watering the weeds.
_Terry Prince_
www.iluvislam.com
Selasa, 21 April 2009
Berhentilah Jadi Gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."
(Sumber : Suluk – Blogsome, Motivasi_Net)
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."
(Sumber : Suluk – Blogsome, Motivasi_Net)
Senin, 06 April 2009
b'bagi ilmu yuk...
Suatu hari.....ada sms msuk....dr kawanQ...
::::Eh sya,tw ga? T'nyta d dlm diri qta ni bnyk bgt k'mampuan trpndam'y.Unik!! Slh stu'y k'mampuan bwh sadar qta itu.Ana lupa lg,tp klo ga slh k'mampuan Einstein ky gtu aja baru 1,2,3 persen dr slrh k'mampuan'y.Gmn klo max 100 persen ya? Subhanallah...
Tinggal qta pLjri ja gmn cara'y m'gunakan bakat t'pendam qta itu..
Hehe.. Lmyan lah,brbgi ilmu..
:::Subhanalloh,mksi ilmu'y...sgt b'mnfaat u/ Ns.
Jd penasaran,bakat t'pendam Ns apa ya???!hehe..
::::Eh sya,tw ga? T'nyta d dlm diri qta ni bnyk bgt k'mampuan trpndam'y.Unik!! Slh stu'y k'mampuan bwh sadar qta itu.Ana lupa lg,tp klo ga slh k'mampuan Einstein ky gtu aja baru 1,2,3 persen dr slrh k'mampuan'y.Gmn klo max 100 persen ya? Subhanallah...
Tinggal qta pLjri ja gmn cara'y m'gunakan bakat t'pendam qta itu..
Hehe.. Lmyan lah,brbgi ilmu..
:::Subhanalloh,mksi ilmu'y...sgt b'mnfaat u/ Ns.
Jd penasaran,bakat t'pendam Ns apa ya???!hehe..
Dalam Senyum....
Dalam senyum ada ibadah, dalam senyum ada jiwa yang terpancar, dalam senyum ada hati yang tulus, dalam senyum ada persahabatan, dalam senyum ada cinta dan sayang, dalam senyum ada malu, dalam senyum ada haru, dalam senyum ada penawar, dalam senyum ada kedamaian.
Dan dalam senyum ada makna. Makna Illahi yang tercipta luas untuk makhluq termulia.
Pahamilah makna senyum. Dan senyum pun akan selalu ada.
Aku berusaha untuk itu!!
Ingat kawan....1 cm ke kanan dan 1 cm ke kiri...SENYUM simetris,,oke!!!!hehee...
Dan dalam senyum ada makna. Makna Illahi yang tercipta luas untuk makhluq termulia.
Pahamilah makna senyum. Dan senyum pun akan selalu ada.
Aku berusaha untuk itu!!
Ingat kawan....1 cm ke kanan dan 1 cm ke kiri...SENYUM simetris,,oke!!!!hehee...
Jumat, 03 April 2009
Peta Sebuah Impian
Bayangkan sahabat….. pada suatu hari,dengan penuh semangat Fian berkunjung ke sebuah istana nan megah tanpa penghuni. Konon, di istana itu terdapat segala sesuatu yang Fian impikan.
Saat membuka pintu utama istana, betapa terperangahnya Fian,,karena didepannya masih terdapat banyak anak pintu dan lorong yang akan mengantarkannya ke sebuah ruangan yang menakjubkan atau bahkan menakutkan. Padahal Fian datang tanpa membawa apa-apa.....bahkan sebuah peta yang menggambarkan istana itu pun tak ada. Fian fikir, dengan semangatnya yang besar Fian akan mampu menjelajahi istana itu tanpa hambatan sedikitpun. Maka Fian pun mencoba menyusuri salah satu lorong yang ada di sudut sebelah kiri...”Mungkin impianku ada disana..!!!” bisiknya.
Dengan bersiul Fian berjalan sambil menikmati keindahan relief2 yang ada di sepanjang dinding lorong itu. Tahukah kau sahabat..??? ternyata siulan Fian mengganggu kenyamanan sekumpulan kelelawar yang sedang tertidur lelap disana. Kelelawar2 itu pun marah,,,dengan serempak mereka terbang menukik kearah Fian. Fian yang baru menyadari hal itu, lari terbirit-birit tanpa mempertimbangkan lorong mana yang Fian lalui. ”Ah, Yang penting aku bisa lolos dari serangan kelelawar2 itu...” tekad Fian. Fian pun berlari sekuat tenaga untuk menjauhi kelelawar2 itu. Tanpa disadari, ternyata Fian sudah jauh meninggalkan pintu utama.....ketika Fian mulai merasa aman, Fian beristirahat sambil berusaha menenangkan hatinya...
Namun tiba2 Fian tersentak....Fian kebingungan, Fian bahkan tak ingat sedikitpun lorong mana saja yang telah Fian lewati. Bagaimana Fian bisa kembali tanpa sebuah petunjuk???
-----------
Dari ilustrasi diatas....terpetik sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang kita impikan, kita memerlukan banyak persiapan dan arah yang jelas. Tentunya dengan serangkaian ikhtiar yang harus kita lalui. . . bagaimanapun, kita harus membuat sebuah peta yang akan menentukan tercapai atau tidaknya impian kita itu. Kalo tidak, saya yakin nasib kita akan sama dengan Fian yang kebingungan sendiri mencari jalan keluar dari istana.
Maka dari itu....yuk ah sahabat...kita sama2 menggambarkan persiapan apa saja yang harus kita jalani agar impian kita memiliki arah yang jelas. Jangan hanya bermimpi...goreskan semuanya dalam sebuah kertas,,,ciptakan sebuah peta...tempelkan hasilnya di dinding kamar kita...lihat, baca, renungi, dan amalkan...!!!!!!!!!!!!!!!
InsyaAlloh, setidaknya dengan hal itu diri kita akan lebih terpacu untuk bergerak melakukan aksi. Oia, semangat yang tidak dibarengi dg ilmu tidak akan memberikan hasil yang memuaskan lhooooo sahabat....untuk itu, kenapa Alloh mengharuskan setiap hamba2nya menuntut ilmu sebanyak mungkin.
Kita sama2 berdo’a yuk........seMoga Alloh selalu menguatkan hati kita ketika diri ini mulai payah dalam menghadapi rintangan......dan semoga Alloh selalu memberi kemudahan dalam setiap rintangan yang kita hadapi....Amin Yaa Rabbal ’Alamiiin.....”
SEMANGATTTTT...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(Jujur....Nisa tersindir dengan apa yang Nisa buat sendiri!!!!!Tapi mudah2an ini akan memotivasi Nisa untuk lebih giat lagi dalam mencapai impian yang Nisa inginkan. Harus ada follow up dari setiap kata yang Nisa tuliskan disini. InsyaAlloh......hanya Dia tempat Nisa bersandar...hanya Dia yang tahu seperti apa Nisa nantinya..yang terpenting sekarang adalah BERUSAHA...!!!!!)
NB : Buat sahabat yang mungkin punya hikmah lain dari ilustrasi Fian diatas....Tafadhol, Nisa tunggu masukannya. Kita sharing untuk kebaikan ya.....
Saat membuka pintu utama istana, betapa terperangahnya Fian,,karena didepannya masih terdapat banyak anak pintu dan lorong yang akan mengantarkannya ke sebuah ruangan yang menakjubkan atau bahkan menakutkan. Padahal Fian datang tanpa membawa apa-apa.....bahkan sebuah peta yang menggambarkan istana itu pun tak ada. Fian fikir, dengan semangatnya yang besar Fian akan mampu menjelajahi istana itu tanpa hambatan sedikitpun. Maka Fian pun mencoba menyusuri salah satu lorong yang ada di sudut sebelah kiri...”Mungkin impianku ada disana..!!!” bisiknya.
Dengan bersiul Fian berjalan sambil menikmati keindahan relief2 yang ada di sepanjang dinding lorong itu. Tahukah kau sahabat..??? ternyata siulan Fian mengganggu kenyamanan sekumpulan kelelawar yang sedang tertidur lelap disana. Kelelawar2 itu pun marah,,,dengan serempak mereka terbang menukik kearah Fian. Fian yang baru menyadari hal itu, lari terbirit-birit tanpa mempertimbangkan lorong mana yang Fian lalui. ”Ah, Yang penting aku bisa lolos dari serangan kelelawar2 itu...” tekad Fian. Fian pun berlari sekuat tenaga untuk menjauhi kelelawar2 itu. Tanpa disadari, ternyata Fian sudah jauh meninggalkan pintu utama.....ketika Fian mulai merasa aman, Fian beristirahat sambil berusaha menenangkan hatinya...
Namun tiba2 Fian tersentak....Fian kebingungan, Fian bahkan tak ingat sedikitpun lorong mana saja yang telah Fian lewati. Bagaimana Fian bisa kembali tanpa sebuah petunjuk???
-----------
Dari ilustrasi diatas....terpetik sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang kita impikan, kita memerlukan banyak persiapan dan arah yang jelas. Tentunya dengan serangkaian ikhtiar yang harus kita lalui. . . bagaimanapun, kita harus membuat sebuah peta yang akan menentukan tercapai atau tidaknya impian kita itu. Kalo tidak, saya yakin nasib kita akan sama dengan Fian yang kebingungan sendiri mencari jalan keluar dari istana.
Maka dari itu....yuk ah sahabat...kita sama2 menggambarkan persiapan apa saja yang harus kita jalani agar impian kita memiliki arah yang jelas. Jangan hanya bermimpi...goreskan semuanya dalam sebuah kertas,,,ciptakan sebuah peta...tempelkan hasilnya di dinding kamar kita...lihat, baca, renungi, dan amalkan...!!!!!!!!!!!!!!!
InsyaAlloh, setidaknya dengan hal itu diri kita akan lebih terpacu untuk bergerak melakukan aksi. Oia, semangat yang tidak dibarengi dg ilmu tidak akan memberikan hasil yang memuaskan lhooooo sahabat....untuk itu, kenapa Alloh mengharuskan setiap hamba2nya menuntut ilmu sebanyak mungkin.
Kita sama2 berdo’a yuk........seMoga Alloh selalu menguatkan hati kita ketika diri ini mulai payah dalam menghadapi rintangan......dan semoga Alloh selalu memberi kemudahan dalam setiap rintangan yang kita hadapi....Amin Yaa Rabbal ’Alamiiin.....”
SEMANGATTTTT...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(Jujur....Nisa tersindir dengan apa yang Nisa buat sendiri!!!!!Tapi mudah2an ini akan memotivasi Nisa untuk lebih giat lagi dalam mencapai impian yang Nisa inginkan. Harus ada follow up dari setiap kata yang Nisa tuliskan disini. InsyaAlloh......hanya Dia tempat Nisa bersandar...hanya Dia yang tahu seperti apa Nisa nantinya..yang terpenting sekarang adalah BERUSAHA...!!!!!)
NB : Buat sahabat yang mungkin punya hikmah lain dari ilustrasi Fian diatas....Tafadhol, Nisa tunggu masukannya. Kita sharing untuk kebaikan ya.....
Langganan:
Postingan (Atom)
Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
Perbedaan itu..
Sekira'y ada perbedaan,tak usah kau sembunyikan itu kawan. Sampaikan saja padaku..mungkin itu lebih baik bagi kita.
Jika perbedaan itu benar ada'y, dg tulus aku akan menyambutnya. Tp jika itu salah, knpa tdk qt coba luruskan k arah yg benar. . Jujur, aku sempat kaku dg apa yg kau sembunyikan. Meski aku tau apa yg sedang terjadi. Kecewa itu ada, tp tak ada gunanya jg menyalahkan. Maaf, saat itu aku mundur. Aku tak ingin mengotori hati dg prasangka2 yg kusimpul sendiri. Mungkin itu krn sedikit'y ilmuku..Bukan, bukan berarti menyalahkan. Hanya kupikir itulah yg harus kulakukan, semoga itu bkn krn nafsuku. Walau ada pembicaraan yg sempat membuatku tersudut. Aku tak mempermasalahkan'y. Karena Alloh pun tau, betapa pahit aku mempertahankan prinsip itu. Harapku, perbedaan itu tidaklah membuat qt pecah. Tetaplah perkuat simpul ukhuwah ini. Bukankah qt tetap satu tubuh dlm ISLAM?? Maka tak ada salah'y kita jadikan ini pengerat. Semoga Alloh meridhai apa yg aku dan kalian lakukan. Amiin Yaa Rabbal 'alamiin...
(dLm renungan 171009)
Jika perbedaan itu benar ada'y, dg tulus aku akan menyambutnya. Tp jika itu salah, knpa tdk qt coba luruskan k arah yg benar. . Jujur, aku sempat kaku dg apa yg kau sembunyikan. Meski aku tau apa yg sedang terjadi. Kecewa itu ada, tp tak ada gunanya jg menyalahkan. Maaf, saat itu aku mundur. Aku tak ingin mengotori hati dg prasangka2 yg kusimpul sendiri. Mungkin itu krn sedikit'y ilmuku..Bukan, bukan berarti menyalahkan. Hanya kupikir itulah yg harus kulakukan, semoga itu bkn krn nafsuku. Walau ada pembicaraan yg sempat membuatku tersudut. Aku tak mempermasalahkan'y. Karena Alloh pun tau, betapa pahit aku mempertahankan prinsip itu. Harapku, perbedaan itu tidaklah membuat qt pecah. Tetaplah perkuat simpul ukhuwah ini. Bukankah qt tetap satu tubuh dlm ISLAM?? Maka tak ada salah'y kita jadikan ini pengerat. Semoga Alloh meridhai apa yg aku dan kalian lakukan. Amiin Yaa Rabbal 'alamiin...
(dLm renungan 171009)
Damba
Alloh,beri aku pemahaman..pemahaman ttg cinta yg kudamba. Dambaan yg belum berpihak.
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!
(dlm renungan 151009)
Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!
(dlm renungan 151009)
Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/
SMS MERAH JAMBU
Cukup menggelitik ceritanya...
Renungan untukku dan semoga bermanfaat untuk semuaa.. (tulisan ini na copas dari note teman di FB)
(waspada ) sms merah jambu
Share
Today at 7:04am
(Waspada!)SMS Merah Jambu
Kemarin jam 15:17
Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.
Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.
Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya
Sender : Akhwat +6281349696xxx
Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Dia! Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.
Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sang :great:at dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, ”Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo ngaku! He he he
Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama he he he). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.
Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.
Konon, cerita tadi terus berlanjut.
Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???
Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, yaa!!! dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan SMS, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!
Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.
Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.
Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.
Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu, dan kami ”kaum hawa”- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan mudah Ge-Er Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.
Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.
Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!
Wahai akhwat, bila kau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka.
Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.
Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.
Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.
Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv yaa
Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage Services. SMS-SMS paling merah muda
Nah itu tah yow siapa yang sering smsan ma ikhwan yang genit kayak gitu? wekZZZ… jangan-jangan ana juga terlibat. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. memang dunia aktivis tidak bisa dikatakn 100 % bersih dari virus merah jambu. Tapi sebenarnya tergantung kitanya bagaimana menyikapi sms merah jambu tersebut.
Jangan terlalu dibawa kehati nurani, anggap aja dia itu memang orang yang suka becanda, ntar kalau benar-benar kita anggap ia bisa – bisa kita gantung diri karena kecewa.
memang sich jatuh cinta itu nggak haram kok... cuma ya itu
cara kita menyikapi atau mengekpresikannya... jangan terlalu terburu-buru...
ntar ada waktunya kok..
Renungan untukku dan semoga bermanfaat untuk semuaa.. (tulisan ini na copas dari note teman di FB)
(waspada ) sms merah jambu
Share
Today at 7:04am
(Waspada!)SMS Merah Jambu
Kemarin jam 15:17
Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.
Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.
Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya
Sender : Akhwat +6281349696xxx
Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.
Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.
Sender : Ikhwan +628179823xxx
Dia! Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.
Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sang :great:at dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, ”Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo ngaku! He he he
Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama he he he). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.
Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.
Konon, cerita tadi terus berlanjut.
Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???
Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, yaa!!! dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan SMS, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!
Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.
Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.
Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.
Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu, dan kami ”kaum hawa”- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan mudah Ge-Er Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.
Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.
Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!
Wahai akhwat, bila kau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka.
Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.
Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.
Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.
Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv yaa
Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage Services. SMS-SMS paling merah muda
Nah itu tah yow siapa yang sering smsan ma ikhwan yang genit kayak gitu? wekZZZ… jangan-jangan ana juga terlibat. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. memang dunia aktivis tidak bisa dikatakn 100 % bersih dari virus merah jambu. Tapi sebenarnya tergantung kitanya bagaimana menyikapi sms merah jambu tersebut.
Jangan terlalu dibawa kehati nurani, anggap aja dia itu memang orang yang suka becanda, ntar kalau benar-benar kita anggap ia bisa – bisa kita gantung diri karena kecewa.
memang sich jatuh cinta itu nggak haram kok... cuma ya itu
cara kita menyikapi atau mengekpresikannya... jangan terlalu terburu-buru...
ntar ada waktunya kok..
CAMBUK
”Lakukanlah segala kebaikan yang bisa kita kerjakan, selama kita bisa dan harus selalu berusaha untuk BISA....”
“Subhanallah, kata penyemangat yang dahsyat!!!” gumamku sambil menutup lembaran akhir majalah pemberian kak Syifa. Segera kumasukkan majalah itu kedalam tas.
Semalam Kak Syifa pulang dengan membawa seabreg buku untukku. Seperti biasa, tanpa babibu segera kuraih buku-buku itu dari tangannya, itung-itung meringankan beban dia. Hehe…Aku suka lihat senyum manis Kak Syifa, walaupun wajahnya kelihatan sangat lelah saat itu.
“Kakak senang….nanti kakak beli lagi ya. Insya Alloh!!!” janji Kak Syifa sambil memamerkan senyum manisnya itu. Selalu itu yang ia katakan. Buku seolah-olah sudah menjadi oleh-oleh wajib setiap dia pulang. Ntah sudah berapa banyak buku pemberiannya. Yang pasti sekarang rak ‘perpustakaan mini’ di kamarku telah dipenuhi koleksi buku dari Kak Syifa.
“ Meskipun dari kampung, pemikiran kita gak boleh ngampung!!!Makanya tanamkan semangat membaca dari sekarang, agar kita mempu bersaing dengan orang-orang kota..oke!!!” pesan Kak Syifa suatu hari.
****
“ Daaarrrr!!!!! Hayoo..ngelamun terus Naf…kunaon atuh??” gadis manis itu mengagetkanku.
“Astaghfirullah, ichaa! Untung aku gak jantungan. Lagian hobi banget sih ngagetin orang!!!” bentakku.
Eh, yang dibentak malah mesem-mesem sendiri sambil nunjukin wajah usilnya.
“ Aih, Nafisa!!! Laa taghdhab…aku kan cuma becanda. Hehe..yaudah, aku daftarin Facebook ya cantik.” Bujuk icha.
“Fb????gak usah ah cha….!!” Jawabku ragu.
“Ga apa-apa ko Naf!!!.Fb banyak manfaatnya juga lho. Lewat Fb, kita bisa sharing sama anak-anak rohis dari sekolah lain, belum lagi banyak ilmu yang akan kita dapat dari mereka. Ya kan???gak usah khawatir gitu lah.” Lagi-lagi bujukan sahabatku ini mengalahkanku. Gak tega rasanya lihat icha kecewa.
“Yaudah, tapi gak janji sering aku buka lho Fb-nya..”
“Iya, terserah kamu aja deh..aku buatin sekarang ya!” tawar icha penuh semangat.
Aku hanya bisa mengangguk mendengar tawarannya. Kebetulan hari ini Pak Tedi guru fisika kami gak hadir. Jadi icha bisa dengan bebas memainkan Accer hitam kesayangannya. Wajahnya berseri-seri saat ia mulai berselancar di dunia maya. Ah, aku bahkan gak tertarik dengan berbagai aktivitas seperti itu. Bagiku cukuplah dunia maya sebagai salah satu media informasi bukan untuk main-main.
****
“Makasih ya cha!” kuraih HP-ku dari tangannya sambil melemparkan senyumku.
Ya, setelah berhasil mendaftarkan aku di Facebook icha langsung meminjam HP-ku. Aku pun meminjamkannya tanpa curiga. Kuperhatikan saja tangan mungilnya yang menari lincah diatas keypad HP-ku. Sesekali ia tersenyum riang tanda kemenangan.
“Sama-sama..udah mau nyampe rumah kamu tuh. Siap-siap gih!!” icha mengingatkan.
“Yup,Duluan ya cha…Assalamu’alaikum ukhti!!” aku pamit, berlari kecil mendekati pintu bis. Sayup kudengar teriakan icha.
“Wa’alaikumussalaam…jangan lupa coba dibuka di rumah ya Naf Fb-nya!! Udah aku sediain tuh aplikasinya di HP kamu.”
Kulambaikan tanganku pada icha tanda mengerti. Bis pun berhenti tepat di depan rumah sederhanaku.
****
Letih, segera kurebahkan badanku setelah kulahap habis satu buku seri Motivasi pemberian kak Syifa semalam. Rakus ya…gak apa!!! asalkan itu bisa membuatku menjadi lebih baik, kenapa tidak segera kulahap ilmunya?
“Icha tadi masukkan aplikasi apa ya???ah, gak ada salahnya aku coba. Anggap saja sebagai tanda bahwa aku menghargainya. Sekali ini saja, mudah-mudah gak keterusan!” gumamku dalam hati.
Tiba-tiba rasa penasaran menjalar dalam hatiku. Kuraih Sony Ericsson K700i kesayanganku.
Klik..kubuka salah satu aplikasi itu. Kutuliskan alamat Facebookku didalamnya. Loading…aku tak sabar menunggu. Ada apakah gerangan dibalik Facebook itu? Complete.. akhirnya Fb-ku terbuka sudah. Kujelajahi akun baruku itu. Sepertinya Icha sudah menambahkan banyak teman untukku. Kucoba mengisi status Fb-ku dengan kata hikmah yang kudapat tadi pagi.
Waaah…Subhanallah begitu banyak teman yang memberi komentar di statusku. Aku pun mulai asyik membalas komentar-komentar itu. Hmm… Benar kata icha, aku bisa dapat banyak ilmu disini. Senangnya bisa diskusi dengan banyak ikhwah di dunia maya. Tapi tiba-tiba saja koneksi internet di HP-ku terputus. Oow, ternyata pulsaku habis.
“Lho???tadi kan masih ada 2000, ko udah habis lagi…? Yah, padahal lagi seru-serunya diskusi nih.” Aku ngedumel sendiri dalam hati. “Ahaa, isi lagi aja ah pulsanya…masih ada uang simpanan ini.”
Tiba-tiba saja aku merasa mendapat energi untuk pergi membeli pulsa ke Counter Wafa, satu-satunya Counter yang ada di kampungku. Aneh, biasanya aku paling malas kalau harus jalan kaki ke Counter Wafa hanya untuk beli pulsa 5 ribu. Maklum jaraknya dari rumahku cukup jauh. Biasanya sih kalau isi pulsa cukup kirim SMS ke Mang Entis yang punya Counter itu. Barulah aku bayar besoknya sambil berangkat sekolah. Sayangnya sisa pulsaku sekarang gak cukup untuk ngirim 1 SMS pun. Yah, kutanggung sendiri deh akibatnya.
****
Dua bulan sudah aku aktif di dunia maya. Ntah itu untuk sekedar mencari informasi atau hanya main-main. Jangkauan komunikasinya pun sekarang semakin meluas mulai dari YM, Gtalk, dan Nimbuzz. Aku ketagihan chatting. Ya seperti itulah, seakan ada virus dunia maya yang begitu dahsyat menyerangku. Susah melepasnya. Waktu luang yang biasa kumanfaatkan untuk membaca kini kugunakan hanya untuk menyapa teman-teman yang online di YM atau yang lainnya.
Lihatlah buku-buku di rak ‘perpustakaan miniku’ semakin tak terawat, usang dan berdebu. Belum lagi setumpuk oleh-oleh wajib dari Kak Syifa 1 bulan lalu, masih teronggok diatas meja belajarku. Sama sekali belum tersentuh mpunya. Andai kak Syifa tahu, masihkah dia tersenyum manis untukku??Kakak…maafkan Nafisa!
Tidak hanya itu, pengeluaranku pun semakin tidak terkontrol karena seringnya beli pulsa. Pulsa 5 ribu yang biasanya kutargetkan habis selama 2 minggu, kini hanya terpakai 2-3 hari saja. Astaghfirullah…bukankah orang-orang yang boros itu temannya Syaithan??
Dilihat dari segi manfaatnya sih kuakui banyak yang kudapat darisana. Lewat itu semua aku bisa memperluas silaturahmi dengan saudara-saudara muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia, selain itu banyak ilmu yang kudapat dari teman-teman dunia mayaku.
Subhanallah….tapi aku pun tak harus mengorbankan banyak waktu untuk melakukannya. Ntah sampai kapan kelalaian ini berakhir seandainya aku tidak menyadarinya dari sekarang. Aku gak berhak menyalahkan Icha yang telah memgenalkanku pada dunia ini. Karena ini salahku yang telah mengonsumsi internet secara berlebihan diluar kebutuhan. Meskipun pada dasarnya Icha ikut andil dalam masalah ini.
Aku teringat materi mentoring minggu lalu yang sempat membuatku bergidik. Saat itu mentorku menyampaikan perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang kelalaian manusia :
“Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan dari orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh SWT, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan kemaslahatan baginya, sedang mereka menyibukkan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.”
Ah Yaa Rabb, benarlah adanya bahwa eksistensiku untuk mengingatMu sudah tak semantap dulu lagi. Waktu panjang yang seharusnya kugunakan untuk bertemu dengan-Mu kian terkikis oleh kelalaian-kelalaian yang merugikan. Sehingga durasi untuk menyapa-Mu pun semakin berkurang. Padahal aku harus menyiapkan banyak amunisi untuk menghadapi akhirat nanti.
Cukuplah pengalaman itu kujadikan cambuk untuk memperbaiki diri. Karena aku tak ingin hidayah-Mu memudar hingga hatiku pias tanpa kesejukan mengingatMu.
Rasanya diri ini semakin bergetar ketakutan saat mengingat laranganMu itu..
“….Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-Araf 205)
Yaa Ghaffar, ampuni aku yang telah lalai.
Kuputuskan untuk MENGAKHIRINYA!!!!!!
(hehe….dibuat pas lagi sering2nya chatting…sayang belum bisa benar-benar mengakhiri aslinya mah. Masih dalam proses, InsyaAlloh!!!!setidaknya sekarang udah bisa mengurangi jatah internetan…Ya, masih banyak yang harus dilakukan selain ini. Tetap seMangaaaat!!!!!!!!)
“Subhanallah, kata penyemangat yang dahsyat!!!” gumamku sambil menutup lembaran akhir majalah pemberian kak Syifa. Segera kumasukkan majalah itu kedalam tas.
Semalam Kak Syifa pulang dengan membawa seabreg buku untukku. Seperti biasa, tanpa babibu segera kuraih buku-buku itu dari tangannya, itung-itung meringankan beban dia. Hehe…Aku suka lihat senyum manis Kak Syifa, walaupun wajahnya kelihatan sangat lelah saat itu.
“Kakak senang….nanti kakak beli lagi ya. Insya Alloh!!!” janji Kak Syifa sambil memamerkan senyum manisnya itu. Selalu itu yang ia katakan. Buku seolah-olah sudah menjadi oleh-oleh wajib setiap dia pulang. Ntah sudah berapa banyak buku pemberiannya. Yang pasti sekarang rak ‘perpustakaan mini’ di kamarku telah dipenuhi koleksi buku dari Kak Syifa.
“ Meskipun dari kampung, pemikiran kita gak boleh ngampung!!!Makanya tanamkan semangat membaca dari sekarang, agar kita mempu bersaing dengan orang-orang kota..oke!!!” pesan Kak Syifa suatu hari.
****
“ Daaarrrr!!!!! Hayoo..ngelamun terus Naf…kunaon atuh??” gadis manis itu mengagetkanku.
“Astaghfirullah, ichaa! Untung aku gak jantungan. Lagian hobi banget sih ngagetin orang!!!” bentakku.
Eh, yang dibentak malah mesem-mesem sendiri sambil nunjukin wajah usilnya.
“ Aih, Nafisa!!! Laa taghdhab…aku kan cuma becanda. Hehe..yaudah, aku daftarin Facebook ya cantik.” Bujuk icha.
“Fb????gak usah ah cha….!!” Jawabku ragu.
“Ga apa-apa ko Naf!!!.Fb banyak manfaatnya juga lho. Lewat Fb, kita bisa sharing sama anak-anak rohis dari sekolah lain, belum lagi banyak ilmu yang akan kita dapat dari mereka. Ya kan???gak usah khawatir gitu lah.” Lagi-lagi bujukan sahabatku ini mengalahkanku. Gak tega rasanya lihat icha kecewa.
“Yaudah, tapi gak janji sering aku buka lho Fb-nya..”
“Iya, terserah kamu aja deh..aku buatin sekarang ya!” tawar icha penuh semangat.
Aku hanya bisa mengangguk mendengar tawarannya. Kebetulan hari ini Pak Tedi guru fisika kami gak hadir. Jadi icha bisa dengan bebas memainkan Accer hitam kesayangannya. Wajahnya berseri-seri saat ia mulai berselancar di dunia maya. Ah, aku bahkan gak tertarik dengan berbagai aktivitas seperti itu. Bagiku cukuplah dunia maya sebagai salah satu media informasi bukan untuk main-main.
****
“Makasih ya cha!” kuraih HP-ku dari tangannya sambil melemparkan senyumku.
Ya, setelah berhasil mendaftarkan aku di Facebook icha langsung meminjam HP-ku. Aku pun meminjamkannya tanpa curiga. Kuperhatikan saja tangan mungilnya yang menari lincah diatas keypad HP-ku. Sesekali ia tersenyum riang tanda kemenangan.
“Sama-sama..udah mau nyampe rumah kamu tuh. Siap-siap gih!!” icha mengingatkan.
“Yup,Duluan ya cha…Assalamu’alaikum ukhti!!” aku pamit, berlari kecil mendekati pintu bis. Sayup kudengar teriakan icha.
“Wa’alaikumussalaam…jangan lupa coba dibuka di rumah ya Naf Fb-nya!! Udah aku sediain tuh aplikasinya di HP kamu.”
Kulambaikan tanganku pada icha tanda mengerti. Bis pun berhenti tepat di depan rumah sederhanaku.
****
Letih, segera kurebahkan badanku setelah kulahap habis satu buku seri Motivasi pemberian kak Syifa semalam. Rakus ya…gak apa!!! asalkan itu bisa membuatku menjadi lebih baik, kenapa tidak segera kulahap ilmunya?
“Icha tadi masukkan aplikasi apa ya???ah, gak ada salahnya aku coba. Anggap saja sebagai tanda bahwa aku menghargainya. Sekali ini saja, mudah-mudah gak keterusan!” gumamku dalam hati.
Tiba-tiba rasa penasaran menjalar dalam hatiku. Kuraih Sony Ericsson K700i kesayanganku.
Klik..kubuka salah satu aplikasi itu. Kutuliskan alamat Facebookku didalamnya. Loading…aku tak sabar menunggu. Ada apakah gerangan dibalik Facebook itu? Complete.. akhirnya Fb-ku terbuka sudah. Kujelajahi akun baruku itu. Sepertinya Icha sudah menambahkan banyak teman untukku. Kucoba mengisi status Fb-ku dengan kata hikmah yang kudapat tadi pagi.
Waaah…Subhanallah begitu banyak teman yang memberi komentar di statusku. Aku pun mulai asyik membalas komentar-komentar itu. Hmm… Benar kata icha, aku bisa dapat banyak ilmu disini. Senangnya bisa diskusi dengan banyak ikhwah di dunia maya. Tapi tiba-tiba saja koneksi internet di HP-ku terputus. Oow, ternyata pulsaku habis.
“Lho???tadi kan masih ada 2000, ko udah habis lagi…? Yah, padahal lagi seru-serunya diskusi nih.” Aku ngedumel sendiri dalam hati. “Ahaa, isi lagi aja ah pulsanya…masih ada uang simpanan ini.”
Tiba-tiba saja aku merasa mendapat energi untuk pergi membeli pulsa ke Counter Wafa, satu-satunya Counter yang ada di kampungku. Aneh, biasanya aku paling malas kalau harus jalan kaki ke Counter Wafa hanya untuk beli pulsa 5 ribu. Maklum jaraknya dari rumahku cukup jauh. Biasanya sih kalau isi pulsa cukup kirim SMS ke Mang Entis yang punya Counter itu. Barulah aku bayar besoknya sambil berangkat sekolah. Sayangnya sisa pulsaku sekarang gak cukup untuk ngirim 1 SMS pun. Yah, kutanggung sendiri deh akibatnya.
****
Dua bulan sudah aku aktif di dunia maya. Ntah itu untuk sekedar mencari informasi atau hanya main-main. Jangkauan komunikasinya pun sekarang semakin meluas mulai dari YM, Gtalk, dan Nimbuzz. Aku ketagihan chatting. Ya seperti itulah, seakan ada virus dunia maya yang begitu dahsyat menyerangku. Susah melepasnya. Waktu luang yang biasa kumanfaatkan untuk membaca kini kugunakan hanya untuk menyapa teman-teman yang online di YM atau yang lainnya.
Lihatlah buku-buku di rak ‘perpustakaan miniku’ semakin tak terawat, usang dan berdebu. Belum lagi setumpuk oleh-oleh wajib dari Kak Syifa 1 bulan lalu, masih teronggok diatas meja belajarku. Sama sekali belum tersentuh mpunya. Andai kak Syifa tahu, masihkah dia tersenyum manis untukku??Kakak…maafkan Nafisa!
Tidak hanya itu, pengeluaranku pun semakin tidak terkontrol karena seringnya beli pulsa. Pulsa 5 ribu yang biasanya kutargetkan habis selama 2 minggu, kini hanya terpakai 2-3 hari saja. Astaghfirullah…bukankah orang-orang yang boros itu temannya Syaithan??
Dilihat dari segi manfaatnya sih kuakui banyak yang kudapat darisana. Lewat itu semua aku bisa memperluas silaturahmi dengan saudara-saudara muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia, selain itu banyak ilmu yang kudapat dari teman-teman dunia mayaku.
Subhanallah….tapi aku pun tak harus mengorbankan banyak waktu untuk melakukannya. Ntah sampai kapan kelalaian ini berakhir seandainya aku tidak menyadarinya dari sekarang. Aku gak berhak menyalahkan Icha yang telah memgenalkanku pada dunia ini. Karena ini salahku yang telah mengonsumsi internet secara berlebihan diluar kebutuhan. Meskipun pada dasarnya Icha ikut andil dalam masalah ini.
Aku teringat materi mentoring minggu lalu yang sempat membuatku bergidik. Saat itu mentorku menyampaikan perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang kelalaian manusia :
“Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan dari orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh SWT, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan kemaslahatan baginya, sedang mereka menyibukkan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.”
Ah Yaa Rabb, benarlah adanya bahwa eksistensiku untuk mengingatMu sudah tak semantap dulu lagi. Waktu panjang yang seharusnya kugunakan untuk bertemu dengan-Mu kian terkikis oleh kelalaian-kelalaian yang merugikan. Sehingga durasi untuk menyapa-Mu pun semakin berkurang. Padahal aku harus menyiapkan banyak amunisi untuk menghadapi akhirat nanti.
Cukuplah pengalaman itu kujadikan cambuk untuk memperbaiki diri. Karena aku tak ingin hidayah-Mu memudar hingga hatiku pias tanpa kesejukan mengingatMu.
Rasanya diri ini semakin bergetar ketakutan saat mengingat laranganMu itu..
“….Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-Araf 205)
Yaa Ghaffar, ampuni aku yang telah lalai.
Kuputuskan untuk MENGAKHIRINYA!!!!!!
(hehe….dibuat pas lagi sering2nya chatting…sayang belum bisa benar-benar mengakhiri aslinya mah. Masih dalam proses, InsyaAlloh!!!!setidaknya sekarang udah bisa mengurangi jatah internetan…Ya, masih banyak yang harus dilakukan selain ini. Tetap seMangaaaat!!!!!!!!)
Hikmah Selalu Ada
Apabila kau melihat segalanya dariNya,
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....
-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....
-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"
Jalan Cinta Para Pejuang
di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
Menakar Kejujuran
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
----------
Suatu hari seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya karena ia akan melaksanakan shalat. Saat itu datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di kedai tersebut. Maka terjadilah jual beli di antara Badui dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya 400 dirham. Saudara Yunus menunjukkan barang yang sebetulnya harganya 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh Badui tadi tanpa diminta mengurangkan harganya.
Di tengah jalan, dia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus lalu bertanya kepada si Badui yang membawa perhiasan yang dibeli dari kedainya. Sementara dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Yunus bertanya kepada Badui itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”
Badui menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mau melepaskan Badui itu pergi. Didesaknya juga agar Badui itu kembali ke kedainya dan bila tiba dikembalikan uang lebih kepada Badui itu. Setelah Badui pergi, berkatalah Yunus pada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?”
“Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham.” Saudaranya mencoba mempertahankan bahwa dialah yang benar.
Yunus berkata, “Ya, tapi di atas kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”
***
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi pedagang-pedagang kita yang beriman, amatlah tepat. Karena ini menunjukkan pribadi seorang pedagang yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram karena tidak ada penipuan dalam perniagaan.
Dalamhal ini Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas, dan membagi rezeki, dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kata menuntut aku lantaran menzalimi jiwa atau harga.” (Diriwayatkan lima imam kecuali Nasa’i)
[Sabili]
----------
Suatu hari seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya karena ia akan melaksanakan shalat. Saat itu datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di kedai tersebut. Maka terjadilah jual beli di antara Badui dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya 400 dirham. Saudara Yunus menunjukkan barang yang sebetulnya harganya 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh Badui tadi tanpa diminta mengurangkan harganya.
Di tengah jalan, dia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus lalu bertanya kepada si Badui yang membawa perhiasan yang dibeli dari kedainya. Sementara dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Yunus bertanya kepada Badui itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”
Badui menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya Cuma 200 dirham. Mari ke kedai saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda, “ kata Yunus lagi. “Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mau melepaskan Badui itu pergi. Didesaknya juga agar Badui itu kembali ke kedainya dan bila tiba dikembalikan uang lebih kepada Badui itu. Setelah Badui pergi, berkatalah Yunus pada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?”
“Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham.” Saudaranya mencoba mempertahankan bahwa dialah yang benar.
Yunus berkata, “Ya, tapi di atas kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”
***
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi pedagang-pedagang kita yang beriman, amatlah tepat. Karena ini menunjukkan pribadi seorang pedagang yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram karena tidak ada penipuan dalam perniagaan.
Dalamhal ini Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas, dan membagi rezeki, dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kata menuntut aku lantaran menzalimi jiwa atau harga.” (Diriwayatkan lima imam kecuali Nasa’i)
[Sabili]
SkenarioMu
Semua'y berjalan atas kehendakMu..
Sekeras apapun aq menangis..inilah yg terbaik dariMu.
Sekalipun aku menghindari kehendak itu,semua'y harus tetap ku jalani.
Skenari0 Alloh..siapa yg dapat menolak'y??
Alloh sdg menguji keikhlasanku...
"Ya Rabb,dihadapanMu aq lemah...!!!
Jaga diriku,hatiku,dan cintaku selalu untukMu..."
(SyaNisa 110609)
Sekeras apapun aq menangis..inilah yg terbaik dariMu.
Sekalipun aku menghindari kehendak itu,semua'y harus tetap ku jalani.
Skenari0 Alloh..siapa yg dapat menolak'y??
Alloh sdg menguji keikhlasanku...
"Ya Rabb,dihadapanMu aq lemah...!!!
Jaga diriku,hatiku,dan cintaku selalu untukMu..."
(SyaNisa 110609)
Dari sahabatku..
Huftt..lagi2 hatiku tersandung..tapi heyy..masih ada sahabat2ku..kuc0ba minta sedikit tausiah dari mereka.
Dan Subhanalloh..benar dugaanku,mereka sungguh peduli aku..mereka memberi melebihi yg kuinginkan.
Inilah penyejuk dari sahabat2ku yg menguatkanku saat itu..
.
.
.
***
-Kuatkan hatimu dg selalu mengingat Alloh Sya..rencana Alloh itu indah.
-Ayo...semangat Nisa!!jangan berlebihan menghadapi kesedihan.Jadilah seperti Nisa yg ana kenal..Ana yakin Nisa bisa melewatinya.
Alloh selalu menyayangimu ukhtiku..
-Nis,percayalah..Alloh akan meninggikan derajatmu kalo kamu bisa melewati ujian ini.
Semangat ya..
-Pelangi gak hanya sesuai dg warna kesukaan Nisa kan?!Pelangi gak hanya biru Nis..
Ada warna2 lain yg menjadikannya lebih indah.
Begitupun kehidupan..Gak selamanya sesuai yg Nisa harapkan.Tp yakinlah,Alloh selalu berikan warna yg lebih indah agar kita selalu bersyukur.
Anggap ujian ini salah satu warna-Nya..jalani semampu Nisa..
Keikhlasanmu lagi diuji Nis...
Semangat ya..
-Adikku,kalo keimanan kita sedang surut,mk cepat2lah beristighfar&ucapkan Laailaahaillallaah,karena bisa jadi syetan sedang senang dekat2 qt,tp bukan hanya diucapkan ukht,barengilah dg keikhlasan & mintalah supaya hati qt selalu terpaut pada-Nya,datangilh Allah di 1/3 malammu. Rindukanlah Allah ukht,rindu pada-Nya itu sangat indah.
InsyaAllah bsa menguatkan hati kita.
***
Subhanalloh..
Allohku..saatku terjatuh dalam kesedihan.Tak lain,hanya Kau sebaik-baiknya tempatku mengadu.
Selalu kuungkapkan semuanya padaMu..
Dan Kau berikanku banyak sahabat..Melalui perantara mereka Kau berikan aku kekuatan..Ya,sahabat2 yg selalu menguatkan hati ini..sahabat2 yg selalu kurindu nasihat2'y..sahabat2 yg selalu menjadi penyejuk bagiku.
Syukurku tak pernah henti untukMu.Terima kasih Alloh,Kau ciptakan mereka untukku....Kau ikatkan ukhuwah ini dalam ridhoMu.
Sungguh, aku mencintai mereka karenaMu..
(Luph u all c0z Alloh.. :D 310509)
Dan Subhanalloh..benar dugaanku,mereka sungguh peduli aku..mereka memberi melebihi yg kuinginkan.
Inilah penyejuk dari sahabat2ku yg menguatkanku saat itu..
.
.
.
***
-Kuatkan hatimu dg selalu mengingat Alloh Sya..rencana Alloh itu indah.
-Ayo...semangat Nisa!!jangan berlebihan menghadapi kesedihan.Jadilah seperti Nisa yg ana kenal..Ana yakin Nisa bisa melewatinya.
Alloh selalu menyayangimu ukhtiku..
-Nis,percayalah..Alloh akan meninggikan derajatmu kalo kamu bisa melewati ujian ini.
Semangat ya..
-Pelangi gak hanya sesuai dg warna kesukaan Nisa kan?!Pelangi gak hanya biru Nis..
Ada warna2 lain yg menjadikannya lebih indah.
Begitupun kehidupan..Gak selamanya sesuai yg Nisa harapkan.Tp yakinlah,Alloh selalu berikan warna yg lebih indah agar kita selalu bersyukur.
Anggap ujian ini salah satu warna-Nya..jalani semampu Nisa..
Keikhlasanmu lagi diuji Nis...
Semangat ya..
-Adikku,kalo keimanan kita sedang surut,mk cepat2lah beristighfar&ucapkan Laailaahaillallaah,karena bisa jadi syetan sedang senang dekat2 qt,tp bukan hanya diucapkan ukht,barengilah dg keikhlasan & mintalah supaya hati qt selalu terpaut pada-Nya,datangilh Allah di 1/3 malammu. Rindukanlah Allah ukht,rindu pada-Nya itu sangat indah.
InsyaAllah bsa menguatkan hati kita.
***
Subhanalloh..
Allohku..saatku terjatuh dalam kesedihan.Tak lain,hanya Kau sebaik-baiknya tempatku mengadu.
Selalu kuungkapkan semuanya padaMu..
Dan Kau berikanku banyak sahabat..Melalui perantara mereka Kau berikan aku kekuatan..Ya,sahabat2 yg selalu menguatkan hati ini..sahabat2 yg selalu kurindu nasihat2'y..sahabat2 yg selalu menjadi penyejuk bagiku.
Syukurku tak pernah henti untukMu.Terima kasih Alloh,Kau ciptakan mereka untukku....Kau ikatkan ukhuwah ini dalam ridhoMu.
Sungguh, aku mencintai mereka karenaMu..
(Luph u all c0z Alloh.. :D 310509)
Inginku berlari menujuMU..
Seutas kisah diri yg lupa..
Lalai..,
Terlalu lama bermain dalam kebimbangan.
Allohku..Kau tetap menenangkanku..
Inginku berlari menujuMu..
Meski pada kenyataannya belumlah seperti itu.
Aku masih merangkak untuk mendekatiMu..
Kau segera memelukku..
Sekuat tenaga kulakukan itu,
namun kusempat terjatuh..
Hingga hatiku pun tern0da..
Kau masih membangunkanku..
PadaMu kuadukan semua..
Gelisahku..rasaku..harapku.
Aku tersungkur dalam sujud,
MenemuiMu..
Kau membelaiku..
Kutahu Kau merindukanku Alloh...
Kau rindu air mataku..
Kau rindu d0'a2ku..
Kau rindu amalan2 baikku..
Kenapa baru kusadari ini?!?
Ampuni aku yg tlah lalai..
Ampuni aku yg tak mampu menundukkan hati..
Sungguh..,
Inginku berlari menujuMu..
Berlari dg segala keterbatasan iman yg kumiliki saat ini,
Mengejar ketertinggalan meski tak kan tergantikan..
Kau kuatkan langkahku..
Walau tersandung..
Kau tetap menyemangatiku..
Ya Rabb..
Segenap hati ingin kuucap..
Teguhkan hatiku..
agar aku bisa mencintai-Mu semampuku..
(Renungan saat hatiku tersandung..310509)
Lalai..,
Terlalu lama bermain dalam kebimbangan.
Allohku..Kau tetap menenangkanku..
Inginku berlari menujuMu..
Meski pada kenyataannya belumlah seperti itu.
Aku masih merangkak untuk mendekatiMu..
Kau segera memelukku..
Sekuat tenaga kulakukan itu,
namun kusempat terjatuh..
Hingga hatiku pun tern0da..
Kau masih membangunkanku..
PadaMu kuadukan semua..
Gelisahku..rasaku..harapku.
Aku tersungkur dalam sujud,
MenemuiMu..
Kau membelaiku..
Kutahu Kau merindukanku Alloh...
Kau rindu air mataku..
Kau rindu d0'a2ku..
Kau rindu amalan2 baikku..
Kenapa baru kusadari ini?!?
Ampuni aku yg tlah lalai..
Ampuni aku yg tak mampu menundukkan hati..
Sungguh..,
Inginku berlari menujuMu..
Berlari dg segala keterbatasan iman yg kumiliki saat ini,
Mengejar ketertinggalan meski tak kan tergantikan..
Kau kuatkan langkahku..
Walau tersandung..
Kau tetap menyemangatiku..
Ya Rabb..
Segenap hati ingin kuucap..
Teguhkan hatiku..
agar aku bisa mencintai-Mu semampuku..
(Renungan saat hatiku tersandung..310509)
Ajari aku..
"Semangat ya...
komunikasikan fikiran dan hati..
Ikhlas Nis.."
Ya Alloh...ternyata ini jawaban yg kubutuhkan.
IKHLAS...
Kata sederhana yg membuatku sadar,menyemangatiku tuk selalu melakukan sesuatu hanya karena-Mu..
Sungguh..,
Allohku...Ajari aku tuk bisa menancapkan keikhlasan dalam hati ini..
(Jazakillah atas spiritnya..Uhibbuki fillah ya ukhti..m0ga ukhuwah ini kan selalu terjaga...abadi hingga kita bertemu d Jannah-Nya..Amiin..)
komunikasikan fikiran dan hati..
Ikhlas Nis.."
Ya Alloh...ternyata ini jawaban yg kubutuhkan.
IKHLAS...
Kata sederhana yg membuatku sadar,menyemangatiku tuk selalu melakukan sesuatu hanya karena-Mu..
Sungguh..,
Allohku...Ajari aku tuk bisa menancapkan keikhlasan dalam hati ini..
(Jazakillah atas spiritnya..Uhibbuki fillah ya ukhti..m0ga ukhuwah ini kan selalu terjaga...abadi hingga kita bertemu d Jannah-Nya..Amiin..)
Bila Al Qur'an bisa bicara !
Bila Al Qur'an bisa bicara !
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Renungan hari ini
Dalam perjalanan menggapai tujuan,ada banyak pintu yg harus kita lewati..Dan dibutuhkn kunci untuk membuka pintu tersebut.
Terlihat begitu berat dalam proses menggapai tujuan.
Tetapi tidaklah seberat yg kita bayangkan.
Karena pintu itu adalah 'NAFSU'.
Dan kunci itu terdapat dalam diri kita sendiri,
'HATI...'.
Allah telah memberikan kunci itu pada kita agar kita dapat menggunakannya sebaik mungkin.
Setelah pintu itu kita buka...
Ikhtiar,do'a,dan tawakal akan membantu kita.., menuntun kita.., menjaga kita..,
agar kita tetap berada dalam jalan lurus bercahaya menuju Ridho Illahi..
Semangaaat!! Jangan sia2kan kunci yg telah Alloh anugrahkn pada kita.
Ayo cepat bergerak..kita buka pintu itu!!!
Terangkanlah hati kita...bercahayalah..bersinarlah..
Jaga hati..,jaga tekad kuat kita..,terbukalah pintu sukses kita!!!
InsyaAlloh...
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
(260409)
Terlihat begitu berat dalam proses menggapai tujuan.
Tetapi tidaklah seberat yg kita bayangkan.
Karena pintu itu adalah 'NAFSU'.
Dan kunci itu terdapat dalam diri kita sendiri,
'HATI...'.
Allah telah memberikan kunci itu pada kita agar kita dapat menggunakannya sebaik mungkin.
Setelah pintu itu kita buka...
Ikhtiar,do'a,dan tawakal akan membantu kita.., menuntun kita.., menjaga kita..,
agar kita tetap berada dalam jalan lurus bercahaya menuju Ridho Illahi..
Semangaaat!! Jangan sia2kan kunci yg telah Alloh anugrahkn pada kita.
Ayo cepat bergerak..kita buka pintu itu!!!
Terangkanlah hati kita...bercahayalah..bersinarlah..
Jaga hati..,jaga tekad kuat kita..,terbukalah pintu sukses kita!!!
InsyaAlloh...
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
(260409)
Be POSITIVE
If anyone talks to me badly I will stay away and try to be calm
If anyone tells me the truth I will accept and do not ever regret
If anyone hurts my heart I will stay calm and pray
If anyone gives me hope I will hold and do not keep it at bay
If anyone looks down on me I will take it easy and strengthen my heart
If anyone loses their temper I will take a deep breath and be quite
And
if anyone needs my help I will lend my hand and do the best
I care for everyone's feeling and desire.
-THINK POSITIVE-
Your life is your garden, your thoughts are the seeds. If your life isn't awesome, you've been watering the weeds.
_Terry Prince_
www.iluvislam.com
If anyone tells me the truth I will accept and do not ever regret
If anyone hurts my heart I will stay calm and pray
If anyone gives me hope I will hold and do not keep it at bay
If anyone looks down on me I will take it easy and strengthen my heart
If anyone loses their temper I will take a deep breath and be quite
And
if anyone needs my help I will lend my hand and do the best
I care for everyone's feeling and desire.
-THINK POSITIVE-
Your life is your garden, your thoughts are the seeds. If your life isn't awesome, you've been watering the weeds.
_Terry Prince_
www.iluvislam.com
Berhentilah Jadi Gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."
(Sumber : Suluk – Blogsome, Motivasi_Net)
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."
(Sumber : Suluk – Blogsome, Motivasi_Net)
b'bagi ilmu yuk...
Suatu hari.....ada sms msuk....dr kawanQ...
::::Eh sya,tw ga? T'nyta d dlm diri qta ni bnyk bgt k'mampuan trpndam'y.Unik!! Slh stu'y k'mampuan bwh sadar qta itu.Ana lupa lg,tp klo ga slh k'mampuan Einstein ky gtu aja baru 1,2,3 persen dr slrh k'mampuan'y.Gmn klo max 100 persen ya? Subhanallah...
Tinggal qta pLjri ja gmn cara'y m'gunakan bakat t'pendam qta itu..
Hehe.. Lmyan lah,brbgi ilmu..
:::Subhanalloh,mksi ilmu'y...sgt b'mnfaat u/ Ns.
Jd penasaran,bakat t'pendam Ns apa ya???!hehe..
::::Eh sya,tw ga? T'nyta d dlm diri qta ni bnyk bgt k'mampuan trpndam'y.Unik!! Slh stu'y k'mampuan bwh sadar qta itu.Ana lupa lg,tp klo ga slh k'mampuan Einstein ky gtu aja baru 1,2,3 persen dr slrh k'mampuan'y.Gmn klo max 100 persen ya? Subhanallah...
Tinggal qta pLjri ja gmn cara'y m'gunakan bakat t'pendam qta itu..
Hehe.. Lmyan lah,brbgi ilmu..
:::Subhanalloh,mksi ilmu'y...sgt b'mnfaat u/ Ns.
Jd penasaran,bakat t'pendam Ns apa ya???!hehe..
Dalam Senyum....
Dalam senyum ada ibadah, dalam senyum ada jiwa yang terpancar, dalam senyum ada hati yang tulus, dalam senyum ada persahabatan, dalam senyum ada cinta dan sayang, dalam senyum ada malu, dalam senyum ada haru, dalam senyum ada penawar, dalam senyum ada kedamaian.
Dan dalam senyum ada makna. Makna Illahi yang tercipta luas untuk makhluq termulia.
Pahamilah makna senyum. Dan senyum pun akan selalu ada.
Aku berusaha untuk itu!!
Ingat kawan....1 cm ke kanan dan 1 cm ke kiri...SENYUM simetris,,oke!!!!hehee...
Dan dalam senyum ada makna. Makna Illahi yang tercipta luas untuk makhluq termulia.
Pahamilah makna senyum. Dan senyum pun akan selalu ada.
Aku berusaha untuk itu!!
Ingat kawan....1 cm ke kanan dan 1 cm ke kiri...SENYUM simetris,,oke!!!!hehee...
Peta Sebuah Impian
Bayangkan sahabat….. pada suatu hari,dengan penuh semangat Fian berkunjung ke sebuah istana nan megah tanpa penghuni. Konon, di istana itu terdapat segala sesuatu yang Fian impikan.
Saat membuka pintu utama istana, betapa terperangahnya Fian,,karena didepannya masih terdapat banyak anak pintu dan lorong yang akan mengantarkannya ke sebuah ruangan yang menakjubkan atau bahkan menakutkan. Padahal Fian datang tanpa membawa apa-apa.....bahkan sebuah peta yang menggambarkan istana itu pun tak ada. Fian fikir, dengan semangatnya yang besar Fian akan mampu menjelajahi istana itu tanpa hambatan sedikitpun. Maka Fian pun mencoba menyusuri salah satu lorong yang ada di sudut sebelah kiri...”Mungkin impianku ada disana..!!!” bisiknya.
Dengan bersiul Fian berjalan sambil menikmati keindahan relief2 yang ada di sepanjang dinding lorong itu. Tahukah kau sahabat..??? ternyata siulan Fian mengganggu kenyamanan sekumpulan kelelawar yang sedang tertidur lelap disana. Kelelawar2 itu pun marah,,,dengan serempak mereka terbang menukik kearah Fian. Fian yang baru menyadari hal itu, lari terbirit-birit tanpa mempertimbangkan lorong mana yang Fian lalui. ”Ah, Yang penting aku bisa lolos dari serangan kelelawar2 itu...” tekad Fian. Fian pun berlari sekuat tenaga untuk menjauhi kelelawar2 itu. Tanpa disadari, ternyata Fian sudah jauh meninggalkan pintu utama.....ketika Fian mulai merasa aman, Fian beristirahat sambil berusaha menenangkan hatinya...
Namun tiba2 Fian tersentak....Fian kebingungan, Fian bahkan tak ingat sedikitpun lorong mana saja yang telah Fian lewati. Bagaimana Fian bisa kembali tanpa sebuah petunjuk???
-----------
Dari ilustrasi diatas....terpetik sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang kita impikan, kita memerlukan banyak persiapan dan arah yang jelas. Tentunya dengan serangkaian ikhtiar yang harus kita lalui. . . bagaimanapun, kita harus membuat sebuah peta yang akan menentukan tercapai atau tidaknya impian kita itu. Kalo tidak, saya yakin nasib kita akan sama dengan Fian yang kebingungan sendiri mencari jalan keluar dari istana.
Maka dari itu....yuk ah sahabat...kita sama2 menggambarkan persiapan apa saja yang harus kita jalani agar impian kita memiliki arah yang jelas. Jangan hanya bermimpi...goreskan semuanya dalam sebuah kertas,,,ciptakan sebuah peta...tempelkan hasilnya di dinding kamar kita...lihat, baca, renungi, dan amalkan...!!!!!!!!!!!!!!!
InsyaAlloh, setidaknya dengan hal itu diri kita akan lebih terpacu untuk bergerak melakukan aksi. Oia, semangat yang tidak dibarengi dg ilmu tidak akan memberikan hasil yang memuaskan lhooooo sahabat....untuk itu, kenapa Alloh mengharuskan setiap hamba2nya menuntut ilmu sebanyak mungkin.
Kita sama2 berdo’a yuk........seMoga Alloh selalu menguatkan hati kita ketika diri ini mulai payah dalam menghadapi rintangan......dan semoga Alloh selalu memberi kemudahan dalam setiap rintangan yang kita hadapi....Amin Yaa Rabbal ’Alamiiin.....”
SEMANGATTTTT...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(Jujur....Nisa tersindir dengan apa yang Nisa buat sendiri!!!!!Tapi mudah2an ini akan memotivasi Nisa untuk lebih giat lagi dalam mencapai impian yang Nisa inginkan. Harus ada follow up dari setiap kata yang Nisa tuliskan disini. InsyaAlloh......hanya Dia tempat Nisa bersandar...hanya Dia yang tahu seperti apa Nisa nantinya..yang terpenting sekarang adalah BERUSAHA...!!!!!)
NB : Buat sahabat yang mungkin punya hikmah lain dari ilustrasi Fian diatas....Tafadhol, Nisa tunggu masukannya. Kita sharing untuk kebaikan ya.....
Saat membuka pintu utama istana, betapa terperangahnya Fian,,karena didepannya masih terdapat banyak anak pintu dan lorong yang akan mengantarkannya ke sebuah ruangan yang menakjubkan atau bahkan menakutkan. Padahal Fian datang tanpa membawa apa-apa.....bahkan sebuah peta yang menggambarkan istana itu pun tak ada. Fian fikir, dengan semangatnya yang besar Fian akan mampu menjelajahi istana itu tanpa hambatan sedikitpun. Maka Fian pun mencoba menyusuri salah satu lorong yang ada di sudut sebelah kiri...”Mungkin impianku ada disana..!!!” bisiknya.
Dengan bersiul Fian berjalan sambil menikmati keindahan relief2 yang ada di sepanjang dinding lorong itu. Tahukah kau sahabat..??? ternyata siulan Fian mengganggu kenyamanan sekumpulan kelelawar yang sedang tertidur lelap disana. Kelelawar2 itu pun marah,,,dengan serempak mereka terbang menukik kearah Fian. Fian yang baru menyadari hal itu, lari terbirit-birit tanpa mempertimbangkan lorong mana yang Fian lalui. ”Ah, Yang penting aku bisa lolos dari serangan kelelawar2 itu...” tekad Fian. Fian pun berlari sekuat tenaga untuk menjauhi kelelawar2 itu. Tanpa disadari, ternyata Fian sudah jauh meninggalkan pintu utama.....ketika Fian mulai merasa aman, Fian beristirahat sambil berusaha menenangkan hatinya...
Namun tiba2 Fian tersentak....Fian kebingungan, Fian bahkan tak ingat sedikitpun lorong mana saja yang telah Fian lewati. Bagaimana Fian bisa kembali tanpa sebuah petunjuk???
-----------
Dari ilustrasi diatas....terpetik sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang kita impikan, kita memerlukan banyak persiapan dan arah yang jelas. Tentunya dengan serangkaian ikhtiar yang harus kita lalui. . . bagaimanapun, kita harus membuat sebuah peta yang akan menentukan tercapai atau tidaknya impian kita itu. Kalo tidak, saya yakin nasib kita akan sama dengan Fian yang kebingungan sendiri mencari jalan keluar dari istana.
Maka dari itu....yuk ah sahabat...kita sama2 menggambarkan persiapan apa saja yang harus kita jalani agar impian kita memiliki arah yang jelas. Jangan hanya bermimpi...goreskan semuanya dalam sebuah kertas,,,ciptakan sebuah peta...tempelkan hasilnya di dinding kamar kita...lihat, baca, renungi, dan amalkan...!!!!!!!!!!!!!!!
InsyaAlloh, setidaknya dengan hal itu diri kita akan lebih terpacu untuk bergerak melakukan aksi. Oia, semangat yang tidak dibarengi dg ilmu tidak akan memberikan hasil yang memuaskan lhooooo sahabat....untuk itu, kenapa Alloh mengharuskan setiap hamba2nya menuntut ilmu sebanyak mungkin.
Kita sama2 berdo’a yuk........seMoga Alloh selalu menguatkan hati kita ketika diri ini mulai payah dalam menghadapi rintangan......dan semoga Alloh selalu memberi kemudahan dalam setiap rintangan yang kita hadapi....Amin Yaa Rabbal ’Alamiiin.....”
SEMANGATTTTT...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(Jujur....Nisa tersindir dengan apa yang Nisa buat sendiri!!!!!Tapi mudah2an ini akan memotivasi Nisa untuk lebih giat lagi dalam mencapai impian yang Nisa inginkan. Harus ada follow up dari setiap kata yang Nisa tuliskan disini. InsyaAlloh......hanya Dia tempat Nisa bersandar...hanya Dia yang tahu seperti apa Nisa nantinya..yang terpenting sekarang adalah BERUSAHA...!!!!!)
NB : Buat sahabat yang mungkin punya hikmah lain dari ilustrasi Fian diatas....Tafadhol, Nisa tunggu masukannya. Kita sharing untuk kebaikan ya.....
Langganan:
Postingan (Atom)