Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Teruntuk Adinda



Ingin kulukis senja..

Menyinar gradasi jingga di bening mata,

Menghapus gerimis-gerimis di sayu cahaya

Meski resahmu tak jua mereda

Adakah kau maknai adinda?

Untuk satu bilik makna

Hari ini dan seterusnya tak pernah berbeda

Pun ketika kau harus terluka,

Ada asa yang harus kita renda,

Selamanya tanpa jeda..

Di setiap hening masa,

Dalam seruak rasa,.

hati tak pernah sendiri , adinda ..

Ada Allah yang tak pernah tiada,

Menenun  cinta NYA untuk kita,

Menanti yang hina segera berbalut taqwa..

Rindui taubat hamba..

Karena hidup hanyalah tentang DIA



Beriring  ridhaNYA yang menyejuk di jiwa.



(Teruntuk adikku yang jauh dari pelupuk mata, semoga sedikit membasuh lara, meski tak cukup istimewa :) 
      

Jumat, 28 Oktober 2011

menunggu, merindu, berjaga, berdo'a


Di suatu tempat,
ntah dimana
di dunia..
Seseorang menunggumu
berdo'a..
seperti do'a yang biasa engkau ucapkan
sehabis sholat

Pada suatu saat,
ntah apabila
di dunia..
seseorang merindukanmu,
berjaga-jaga,
seperti malam-malammu
yg berlalu sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdo'a
di suatu tempat,
pada setiap
seperti engkau
selalu..


(Sumber : Ajip Rosidi)

Rabu, 23 Juni 2010

Duhai Pria Manapun Yang Kelak Mendampingiku

Duhai seseorang disana .....

Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Calon Suamiku...
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini...
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

Selasa, 08 Juni 2010

Menyingkap yang Tersembunyi

Lembaran leces terpampang jelas
nyata dihadapan mata..
Hingga sesuatu menghalanginya,
memudarkan tatapan..

Kutanyakan..
Debu ataukah salju?
Siapa yang melihat bukan dengan hati dan keyakinan akan tertipu..

Debu mungkin terlalu biasa kukatakan gersang..
Adapun salju,
ia lembut lagi menyejukkan..
tapi siapa tahu suatu saat ia menjebak dengan badainya..
Ia menyiksa dengan dinginnya..

Tersembunyi..
Ini hanya gambaran tentang kepalsuan..

Ingatkah kita..
yang terselip akan sulit ditutupi karena ketajaman-Nya,
Masih adakah rasa malu untuk-Nya?
siapkah kita menghadap-Nya
dengan bekal compang-camping karena lecesnya yang tergerus hampir robek?

Sungguh bukan ini yang kuharapkan..
Allah...

Rahasia terbesar itu pasti teralami..
Meregang kesakitan tak terampuni..
Menggiring ruh pada penentuan episode kehidupan abadi..

Ketika lisan yang terkubangi dusta,terkunci..
tak tentu laku..
bahkan kata terlalu kelu untuk terungkap..
Siapa peduli?

Adalah nyawa selalu menjadi tamparan..
yang samar pun menjadi tampak..
Ketika harus tersingkap segala yang disembunyikan..
Ketika terbentang semua yang telah dialpakan..

Kita telah terikat janji..
Masanya pasti menghampiri ..
Dalam kedip,
Dalam detak,
Dalam hembusan,
Setelah ini ataukah nanti?
Terlalu dekat..
Aku tak akan mampu berkelit dari-Mu..


Tergugu dalam hening..

-090610-

Selasa, 01 Juni 2010

Persimpangan

Tak kala menemui jalan
Buntu...
Pikiran kalut,
tak menentu..

Tetesan keringat jatuh,
tanda perjalanan..
Jauh....
Tak tentu waktu..

Kulihat wajah-wajah palsu,
Merajut hati..
keliru....

Tepi jurang,
Berdiri..
Pandangan hampa,
sendiri...

Menatap langit..
Secercah sinar menembus hati..
Bergetar menusuk kalbu..
Berjalan terus,
Terus berjalan..

DariNya kuhimpun kekuatan...

"Cukup wajah-KU..
Berpalinglah dari mereka..
Pandangi AKU..
Melangkahlah..
Hampiri AKU,
Dekati AKU.. "

Ilahi ENGKAU..
Menggugah hati,
Aku disini...
Sunyi...
Namun hidup tak sendiri..

Selasa, 18 Mei 2010

Hiasan Perjuangan


Secercah cahaya kamera memotret pemilik mata sendunya..
Dengan setengah terpaksa..
Sesungging senyum di lontarkan ke arahnya..
Menjelajahi sorot mata yang menyimpan seribu cerita..
Terlihat jelas darinya..
Guratan-guratan urat perjuangan melawan berbagai masalah hidup
Yang dengan tegar ia lewati sejuta rintangan itu..
Meski penat dirasa..
Namun keyakinan akan indahnya janji abadi telah kokoh dalam jiwa
Dalam diamnya.
Ia mencoba bangkit..
Dan dalam diamnya..
Ia tegaskan pada dirinya sendiri..
“Wahai diri..
Lempar jauh-jauh rasa gelisah..
Duka..
Bimbang..
Yang bersemayam dalam hati..
Biarkan air mata menetes..
Hilangkan lara di hati..
Terima semua sebagai bagian perjalanan hidup ini..
Dengan kebesaran hati dan jiwa..
Engkau akan temukan
Apa rahasia dibalik titian kehidupan yang telah dijalani..
Hingga kelak akan kau rasakan..
Tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri..
Berhentilah sejenak
Agar hati damai dan tenang
hingga rasa itu menelusup ke tulang tulang..
Berharaplah sinar iman hadir
Hingga menyentuh hati.
Bila telah bersinar...
Sebesar apapun rintangan yang kan kau tempuhi.
Itulah hiasan perjuangan...
Dan tombak keyakinan harus selalu kau tancapkan dalam diri..
Bahwa keterkaitan hati & iman akn meneguhkan langkah..
Seperih apa pun garis hidup yang harus dijalani..
Hiingga Allah merengkuhmu dalam dekapan.
Memenuhi janjinya,untukmu yang tak lelah bertawakkal.."


Dalam indahnya ukhuwah fillah

Sunda_Sriwijaya

2010.Mei.18

(diannur'aeni.syarifahannisa.rahmaayupratiwi.sarahmar'atusshalihah.anisaaqilaazmahbahirah)

Jumat, 07 Mei 2010

Bertahan di Titik Perjuangan

Ketika relung hati ini dihantui oleh keterpurukan..
Mencari kekuatan serasa terabaikan
Berharap menemukan oase namun ketidaan menjelma..
Mencoba untuk bangkit,
Tetapi beban terlalu akrab dg diri ini..
Ingin rasanya menghempaskan segala penat yg melintang
Karena keadaan menceraikan setiap harapan..
Namun ternyata itu tak mudah,
Ya...
Tak semudah melepaskan keinginan,
Tak semudah membalikkan telapak tangan,
Tak semudah yg kuharapkan..
Tapi sulit,
Sesulit memetik mawar berduri diatas bukit nan jauh..
Hingga dalam kesendirian...
Ada yg menelisik ke dalam hati,
"Ini harus terhenti"
Tak sanggup rasanya meruntuhkan ghirah dan perjuangan yg telah tersusun..
Karena aku percaya..
Janji Allah adalah benar,
Kemuliaan akan disandingkan dg mereka yg berpaling dari keputus asaan..
Dan surga adalah nyata bagi mereka yg kukuh dibalik tembok kesabaran..
Kini,kutegaskan pada diri..
Meraih yg hakiki adalah pasti..
Kutepis ketakberdayaan
Dengan lambungan keimanan..


Tasik - Palembang
¤ Sya_Riri ¤
5 Mei 2010

Jumat, 26 Februari 2010

Menatap jauh..mencari tepian harapan
Saat langkah semakin padu mengejar yg tak terkejar..
Lebih baik bertahan
Memperkuat azzam,
Menancapkan keoptimisan,
dan harapan tak akan pernah bias
Karena nikmatNya begitu nyata..
Maka putuskan,
Mencari perhentian atau melanjutkan perjalanan..!!!!

Sabtu, 09 Januari 2010

Aku dan tangis mereka

Lama tak bersua tangis
Pelupuk terasa kering tiada beningnya tetesan
Bukan tak ingin
Namun jika kutumpahkan
Aku takut semua terurai hanya karena dunia,tanpa keimanan.
....
Malu, mengenang tangis seorang kaya
Ketika sahabat'y bertanya sebab
Ia menjawab,
'Tangisku bkn karena dunia, sungguh aku takut termasuk orang2 yang dipercepat kebaikannya di dunia dan ditahan dari sahabat2 karena banyaknya hartaku!'
....
Aku,terkadang masih berbaur dengan sifat2 dunia,
bahkan bulir tangisku terbuang sia-sia karenanya.
...
Malu, mengingat seorang pemimpin
Yang banyak tersedu karena takut padaNya.
Bergetar hebat hatinya dalam bilangan ayat yang ia bacakan,
Hingga butir bening itu berderai membasahi janggutnya
Hingga tenggorokannya hampir tercekik dan terjatuh dalam tangis..
mengetahui dahsyatnya adzabMu.
...
Aku,sering melantunkan ayatMu
Namun sedikit memahami
Seakan sulit mengiringinya dengan tangis karenaMu.
...
Menangislah wahai diriku,
Karena air matamu sungguh dirindukanNya.
Biarkan bulir itu mengalir
menyatu dengan rasa takut
Bercampur rasa malu
Pada Dia..
Hanya untukNya.

(daLam renungan 070110)

Minggu, 22 November 2009

Alloh, ini hatiku :)

Yaa Rabb,
Ini hatiku...
Seperti apa ia sekarang?
Inginku, ia lebih baik dr sebelum'y..
Tak lagi sekeras batu,
Kaku tanpa kepedulian..
Tanda semakin terkikis'y rasa syukurku pada-Mu..
Tp lihat noda itu!!
masih saja merusak rupanya..
Aku takut jika bertambah,
Noda2 itu akan m'bentuk lukisan hitam penuh dosa..
Hingga hatiku pias & sakit!
Apa guna'y hati ini jika jauh dariMu??
Yaa Rahman..
Ini hatiku..
kutitipkan padaMu.
Tapi, pantaskah menitipkan sesuatu yg penuh noda?
Duh Alloh...biar kubersihkan terlebih dahulu,
Aku malu padaMu..
Bantu aku mengisinya dg asma2Mu..
Akan kuusir noda2 itu satu persatu..
Istiqamahkan aku d jalanMu..
Perkuat hati ini dg kesejukan cintaMu..
Yaa Alloh yg Maha memiliki,
Ini hatiku...
Kumohon, jaga ia selalu dg bilangan dzikir d sepertiga malamMu!

#151109#

Kamis, 15 Oktober 2009

Damba

Alloh,beri aku pemahaman..pemahaman ttg cinta yg kudamba. Dambaan yg belum berpihak.
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!

(dlm renungan 151009)

Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/

Senin, 28 September 2009

Hikmah Selalu Ada

Apabila kau melihat segalanya dariNya,
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....

-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"

Kamis, 24 September 2009

Jalan Cinta Para Pejuang

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A. Fillah
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Teruntuk Adinda



Ingin kulukis senja..

Menyinar gradasi jingga di bening mata,

Menghapus gerimis-gerimis di sayu cahaya

Meski resahmu tak jua mereda

Adakah kau maknai adinda?

Untuk satu bilik makna

Hari ini dan seterusnya tak pernah berbeda

Pun ketika kau harus terluka,

Ada asa yang harus kita renda,

Selamanya tanpa jeda..

Di setiap hening masa,

Dalam seruak rasa,.

hati tak pernah sendiri , adinda ..

Ada Allah yang tak pernah tiada,

Menenun  cinta NYA untuk kita,

Menanti yang hina segera berbalut taqwa..

Rindui taubat hamba..

Karena hidup hanyalah tentang DIA



Beriring  ridhaNYA yang menyejuk di jiwa.



(Teruntuk adikku yang jauh dari pelupuk mata, semoga sedikit membasuh lara, meski tak cukup istimewa :) 
      

menunggu, merindu, berjaga, berdo'a


Di suatu tempat,
ntah dimana
di dunia..
Seseorang menunggumu
berdo'a..
seperti do'a yang biasa engkau ucapkan
sehabis sholat

Pada suatu saat,
ntah apabila
di dunia..
seseorang merindukanmu,
berjaga-jaga,
seperti malam-malammu
yg berlalu sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdo'a
di suatu tempat,
pada setiap
seperti engkau
selalu..


(Sumber : Ajip Rosidi)

Duhai Pria Manapun Yang Kelak Mendampingiku

Duhai seseorang disana .....

Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Calon Suamiku...
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini...
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

Menyingkap yang Tersembunyi

Lembaran leces terpampang jelas
nyata dihadapan mata..
Hingga sesuatu menghalanginya,
memudarkan tatapan..

Kutanyakan..
Debu ataukah salju?
Siapa yang melihat bukan dengan hati dan keyakinan akan tertipu..

Debu mungkin terlalu biasa kukatakan gersang..
Adapun salju,
ia lembut lagi menyejukkan..
tapi siapa tahu suatu saat ia menjebak dengan badainya..
Ia menyiksa dengan dinginnya..

Tersembunyi..
Ini hanya gambaran tentang kepalsuan..

Ingatkah kita..
yang terselip akan sulit ditutupi karena ketajaman-Nya,
Masih adakah rasa malu untuk-Nya?
siapkah kita menghadap-Nya
dengan bekal compang-camping karena lecesnya yang tergerus hampir robek?

Sungguh bukan ini yang kuharapkan..
Allah...

Rahasia terbesar itu pasti teralami..
Meregang kesakitan tak terampuni..
Menggiring ruh pada penentuan episode kehidupan abadi..

Ketika lisan yang terkubangi dusta,terkunci..
tak tentu laku..
bahkan kata terlalu kelu untuk terungkap..
Siapa peduli?

Adalah nyawa selalu menjadi tamparan..
yang samar pun menjadi tampak..
Ketika harus tersingkap segala yang disembunyikan..
Ketika terbentang semua yang telah dialpakan..

Kita telah terikat janji..
Masanya pasti menghampiri ..
Dalam kedip,
Dalam detak,
Dalam hembusan,
Setelah ini ataukah nanti?
Terlalu dekat..
Aku tak akan mampu berkelit dari-Mu..


Tergugu dalam hening..

-090610-

Persimpangan

Tak kala menemui jalan
Buntu...
Pikiran kalut,
tak menentu..

Tetesan keringat jatuh,
tanda perjalanan..
Jauh....
Tak tentu waktu..

Kulihat wajah-wajah palsu,
Merajut hati..
keliru....

Tepi jurang,
Berdiri..
Pandangan hampa,
sendiri...

Menatap langit..
Secercah sinar menembus hati..
Bergetar menusuk kalbu..
Berjalan terus,
Terus berjalan..

DariNya kuhimpun kekuatan...

"Cukup wajah-KU..
Berpalinglah dari mereka..
Pandangi AKU..
Melangkahlah..
Hampiri AKU,
Dekati AKU.. "

Ilahi ENGKAU..
Menggugah hati,
Aku disini...
Sunyi...
Namun hidup tak sendiri..

Hiasan Perjuangan


Secercah cahaya kamera memotret pemilik mata sendunya..
Dengan setengah terpaksa..
Sesungging senyum di lontarkan ke arahnya..
Menjelajahi sorot mata yang menyimpan seribu cerita..
Terlihat jelas darinya..
Guratan-guratan urat perjuangan melawan berbagai masalah hidup
Yang dengan tegar ia lewati sejuta rintangan itu..
Meski penat dirasa..
Namun keyakinan akan indahnya janji abadi telah kokoh dalam jiwa
Dalam diamnya.
Ia mencoba bangkit..
Dan dalam diamnya..
Ia tegaskan pada dirinya sendiri..
“Wahai diri..
Lempar jauh-jauh rasa gelisah..
Duka..
Bimbang..
Yang bersemayam dalam hati..
Biarkan air mata menetes..
Hilangkan lara di hati..
Terima semua sebagai bagian perjalanan hidup ini..
Dengan kebesaran hati dan jiwa..
Engkau akan temukan
Apa rahasia dibalik titian kehidupan yang telah dijalani..
Hingga kelak akan kau rasakan..
Tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri..
Berhentilah sejenak
Agar hati damai dan tenang
hingga rasa itu menelusup ke tulang tulang..
Berharaplah sinar iman hadir
Hingga menyentuh hati.
Bila telah bersinar...
Sebesar apapun rintangan yang kan kau tempuhi.
Itulah hiasan perjuangan...
Dan tombak keyakinan harus selalu kau tancapkan dalam diri..
Bahwa keterkaitan hati & iman akn meneguhkan langkah..
Seperih apa pun garis hidup yang harus dijalani..
Hiingga Allah merengkuhmu dalam dekapan.
Memenuhi janjinya,untukmu yang tak lelah bertawakkal.."


Dalam indahnya ukhuwah fillah

Sunda_Sriwijaya

2010.Mei.18

(diannur'aeni.syarifahannisa.rahmaayupratiwi.sarahmar'atusshalihah.anisaaqilaazmahbahirah)

Bertahan di Titik Perjuangan

Ketika relung hati ini dihantui oleh keterpurukan..
Mencari kekuatan serasa terabaikan
Berharap menemukan oase namun ketidaan menjelma..
Mencoba untuk bangkit,
Tetapi beban terlalu akrab dg diri ini..
Ingin rasanya menghempaskan segala penat yg melintang
Karena keadaan menceraikan setiap harapan..
Namun ternyata itu tak mudah,
Ya...
Tak semudah melepaskan keinginan,
Tak semudah membalikkan telapak tangan,
Tak semudah yg kuharapkan..
Tapi sulit,
Sesulit memetik mawar berduri diatas bukit nan jauh..
Hingga dalam kesendirian...
Ada yg menelisik ke dalam hati,
"Ini harus terhenti"
Tak sanggup rasanya meruntuhkan ghirah dan perjuangan yg telah tersusun..
Karena aku percaya..
Janji Allah adalah benar,
Kemuliaan akan disandingkan dg mereka yg berpaling dari keputus asaan..
Dan surga adalah nyata bagi mereka yg kukuh dibalik tembok kesabaran..
Kini,kutegaskan pada diri..
Meraih yg hakiki adalah pasti..
Kutepis ketakberdayaan
Dengan lambungan keimanan..


Tasik - Palembang
¤ Sya_Riri ¤
5 Mei 2010
Menatap jauh..mencari tepian harapan
Saat langkah semakin padu mengejar yg tak terkejar..
Lebih baik bertahan
Memperkuat azzam,
Menancapkan keoptimisan,
dan harapan tak akan pernah bias
Karena nikmatNya begitu nyata..
Maka putuskan,
Mencari perhentian atau melanjutkan perjalanan..!!!!

Aku dan tangis mereka

Lama tak bersua tangis
Pelupuk terasa kering tiada beningnya tetesan
Bukan tak ingin
Namun jika kutumpahkan
Aku takut semua terurai hanya karena dunia,tanpa keimanan.
....
Malu, mengenang tangis seorang kaya
Ketika sahabat'y bertanya sebab
Ia menjawab,
'Tangisku bkn karena dunia, sungguh aku takut termasuk orang2 yang dipercepat kebaikannya di dunia dan ditahan dari sahabat2 karena banyaknya hartaku!'
....
Aku,terkadang masih berbaur dengan sifat2 dunia,
bahkan bulir tangisku terbuang sia-sia karenanya.
...
Malu, mengingat seorang pemimpin
Yang banyak tersedu karena takut padaNya.
Bergetar hebat hatinya dalam bilangan ayat yang ia bacakan,
Hingga butir bening itu berderai membasahi janggutnya
Hingga tenggorokannya hampir tercekik dan terjatuh dalam tangis..
mengetahui dahsyatnya adzabMu.
...
Aku,sering melantunkan ayatMu
Namun sedikit memahami
Seakan sulit mengiringinya dengan tangis karenaMu.
...
Menangislah wahai diriku,
Karena air matamu sungguh dirindukanNya.
Biarkan bulir itu mengalir
menyatu dengan rasa takut
Bercampur rasa malu
Pada Dia..
Hanya untukNya.

(daLam renungan 070110)

Alloh, ini hatiku :)

Yaa Rabb,
Ini hatiku...
Seperti apa ia sekarang?
Inginku, ia lebih baik dr sebelum'y..
Tak lagi sekeras batu,
Kaku tanpa kepedulian..
Tanda semakin terkikis'y rasa syukurku pada-Mu..
Tp lihat noda itu!!
masih saja merusak rupanya..
Aku takut jika bertambah,
Noda2 itu akan m'bentuk lukisan hitam penuh dosa..
Hingga hatiku pias & sakit!
Apa guna'y hati ini jika jauh dariMu??
Yaa Rahman..
Ini hatiku..
kutitipkan padaMu.
Tapi, pantaskah menitipkan sesuatu yg penuh noda?
Duh Alloh...biar kubersihkan terlebih dahulu,
Aku malu padaMu..
Bantu aku mengisinya dg asma2Mu..
Akan kuusir noda2 itu satu persatu..
Istiqamahkan aku d jalanMu..
Perkuat hati ini dg kesejukan cintaMu..
Yaa Alloh yg Maha memiliki,
Ini hatiku...
Kumohon, jaga ia selalu dg bilangan dzikir d sepertiga malamMu!

#151109#

Damba

Alloh,beri aku pemahaman..pemahaman ttg cinta yg kudamba. Dambaan yg belum berpihak.
Meski akal dan hati berontak mengejar menggapainya.
Layak'y bayi yg muak akan mainan'y yg rusak.
Aku tertatih menatap asa penuh makna..
Berharap Kau berpihak..
Akan semua yg kutangisi..
Semua yg kusesali.
Meski itu hanya gundukan lumpur yg sia2..
Itu kulakukan hanya utk mencapainya..
Untuk menguak makna yg tersimpan.
Alloh sesungguh'y harap yg kudamba adalah cinta itu..
Cinta yg mengalahkan semua cinta yg ada d dunia..
Tanamkanlah dalam hati ini..
Hingga berbuah amal yg ikhlas,
Penuh cinta..
Hanya untukMu!!

(dlm renungan 151009)

Keep Hamasah...
ALLOHU AKBAR \(^o^)/

Hikmah Selalu Ada

Apabila kau melihat segalanya dariNya,
Yang Maha Pencipta.Yang menimpakan ujian.
Yang menjadikan sakit, yang membuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup. . .
Apakah Alloh menakdirkan segala'y sia-sia???
Bukan Alloh tak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu. . .
Itulah yg Dia inginkan,karena Dia tahu. . .
Hati begitulah yg selalu lunak dan mudah untuk dekat,
Akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati terasa amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
Bersyukurlah......
Bukan jalanmu tertutup.
Hanya, jalanmu dipayahkan olehNya.
Mungkin dg cara itu kamu lebih dekat denganNya...
Atau, yakinlah Alloh senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hambaNya.
Tabahlah, wahai hati.
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah.
Melebihi kebahagiaan ketika hatipun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar.......
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yg diinginkan,
Akhirnya tahu bahwa yg diinginkan,
terkadang tidak membuat hidup menjadi bahagia.
Hanya Alloh yg Maha Mengerti....

-Sumber : Novel "Sujud Nisa d Kaki Tahajud Subuh"

Jalan Cinta Para Pejuang

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A. Fillah